KBKK, Misi Ke Agats Segera Dijalankan!

0
KBKK dan penduduk pedalaman Asmat, Papua/ Foto : Abdi Susanto

KBKK dan penduduk pedalaman Asmat, Papua/ Foto : Abdi Susanto

JAKARTA, SESAWI.NETuntuk kesekian kalinya sejak misi pertamanya di Atambua, Kupang, NTT tahun 2000, Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) Indonesia, sebuah komunitas yang terdiri dari para awam dengan berbagai profesi (dokter, mahasiswa, wartawan, pebisnis, karyawan, fotografer, IRT, pensiunan, mahasiswa, penyanyi, pesulap, dokter) dan rohaniwan/wati bakal menjalankan misi kemanusiaan ke Timika dan Agats, Papua mulai 13 hingga 27 Oktober mendatang.
“Melalui misi ini diharapkan benih kepedulian dan kasih yang dinyatakan dalam perbuatan akan menggerakkan Gereja / Umat Allah untuk semakin saling peduli, berbagi dan pengalaman perjumpaan dengan sesama akan membawa dampak perjumpaan dengan Allah sendiri, baik untuk misionaris yang pergi, donatur, penderma dan bagi mereka yang dijumpai dimanapun mereka berada,” ujar dr. Irene Setiadi Sp.KK, ketua sekaligus pendiri komunitas ini.

Perjumpaan ini, Kata Irene merupakan perjumpaan dengan Kristus sendiri. “Secara khusus bagi para misionaris awam yang pergi, kami bisa lebih merasakan betapa hidup ini berharga ketika kami bisa berbuat sesuatu bagi sesama, juga menjadikan kami lebih bisa bersyukur,” jelas Irene, begitu biasanya dokter ini disapa, lewat surat elektronik.

Hingga kini sudah 23 Keuskupan dikunjungi KBKK dan lebih dari 100 paroki serta desa di Aceh, Nias, Mentawai, Padang, Kep.Anambas / Natuna, Yogyakarta, Cianjur, Kalteng, Kaltim, Poso, Ambon, Flores, Timor, Wasior, Nabire, Wamena dan masih banyak lagi tempat disambangi.

Perjalanan ke Papua kali ini bukanlah yang pertama kali. Desember 2003, KBKK sudah pernah hadir di Wamena dan Jayapura. Pada Juni dan Desember 2004 di Nabire setelah dua kali gempa bumi besar di Nabire. Dalam perjalanan ke Nabire KBKK juga pernah datang ke Timika. Pada Pekan Suci 2011 KBKK juga hadir di Manokwari dan Wasior usai banjir longsor besar.

Panggilan tertunda
Perjalanan ke Agats kali ini sebenarnya merupakan panggilan lama yang tertunda. Sejak 2003 di awal pergerakan, KBKK telah mendeteksi akan kebutuhan sapaan dan bantuan kasih kepada Gereja di keuskupan Agats ini. “Mereka sangat membutuhkan bantuan dalam segala bidang, terutama bidang Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Ekonomi,” jelas Irene.

Selain biaya transportasi yang mahal, tantangan yang sangat berat untuk bisa menjangkau Agats adalah risiko perjalanan yang tinggi serta waktu pelayanan yang sangat lama. Namun seperti tertulis dalam Injil Yohanes 20:21,”Pergilah….. kamu diutus, Seperti Bapa mengutus Aku, sekarang Aku mengutus kamu” membuat kesulitan itu bukan halangan bagi KBKK.

Di tempat mereka yang dianggap marginal, miskin, tertindas, tertinggal, terbelakang, tersisihkan, terlupakan, tak terjangkau oleh pelayanan biasa disitulah KBKK dipanggil.

biaya transportasi dan akomodasi tim selama ini didanai hampir seluruhnya oleh para anggota sendiri meski ada juga donatur yang memang mengkhususkan bantuannya untuk biaya perjalanan atau membantu menyediakan sarana perjalanan.

Anda yang berminat untuk menyumbang tentu akan dengan senang hati diterima. Sumbangan atau donasi untuk Karya Kemanusiaan dikhususkan untuk menyediakan apa saja yang dibutuhkan untuk dibagikan di tempat tujuan walau sebagian besar sumbangan diterima dalam bentuk barang, seperti pakaian, alat tulis, obat-obatan. Baru kebutuhan pangan seperti beras, gula dibeli di lokasi dengan dana yang didapat dari penderma.

Sumber : SESAWI.NET

858 Total Views 1 Views Today
Share.

About Author

Abdi Susanto

Wartawan Liputan6.com, anggota KBKK Indonesia

Leave A Reply