KBKK Bukan “Superbody”, Tidak Ada yang Sia-sia

0

Membantu masyarakat yang tertinggal dan terpinggirkan seperti yang dilakukan Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) di pedalaman Asmat, Papua pada 13 hingga 27 Oktober lalu disadari sebagai sebuah langkah yang tidak bisa dipandang tuntas hanya dalam sekali datang.
“Kami percaya bahwa apa yang kita lakukan pasti akan berlanjut entah oleh siapa,” ujar Dr. Med. Dr. Lukas Jusuf salah satu pengurus KBKK yang juga ikut dalam tim misi ke Asmat ini.

Lukas menyebutkan bahwa KBKK bukanlah superbody yang bisa menyelesaikan seluruh persoalan hanya dalam waktu singkat. KBKK menyadari bahwa langkah berbakti kasih ke beberapa kampung di pedalaman di Asmat, Papua ini merupakan proses mengenali sekaligus mengobservasi apa yang terjadi di tempat yang benar-benar tertinggal ini baik dari segi sosial, ekonomi maupun kesehatan.

Dengan observasi ini, gambaran yang komprehensif pasti akan didapat. Gambaran ini, menurut Lukas akan sangat membantu semua pihak yang akan dan punya hati untuk membantu mengembangkan Papua terutama oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Jadi, rasanya tidak ada yang sia-sia dengan apa yang telah ditempuh. Bahkan bila ada tim yang hanya melakukan bakti kasih beberapa hari saja, semuanya terasa bermakna. “Tidak ada yang sia-sia. Semuanya tergantung refleksi kita masing-masing bahkan kalau misi yang terjadi hanya sebuah perjumpaan, itu sangat berarti bagi mereka yang dijumpai,” jelas Ketua KBKK dr. Irene Setiadi Sp.KK menambahkan.

“Melalui misi ini diharapkan benih kepedulian dan kasih yang dinyatakan dalam perbuatan akan menggerakkan Gereja / Umat Allah untuk semakin saling peduli, berbagi dan pengalaman perjumpaan dengan sesama akan membawa dampak perjumpaan dengan Allah sendiri baik untuk misionaris yang pergi, donatur, penderma dan bagi mereka yang dijumpai dimanapun mereka berada,” tegas Irene.

772 Total Views 1 Views Today
Share.

About Author

Abdi Susanto

Wartawan Liputan6.com, anggota KBKK Indonesia

Leave A Reply