Ayo Siapa Mau Bantu Pendidikan di Kokonao, Papua?

0

Seorang kawan di Papua mengirimkan email kepada Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan Indonesia yang sudah sebelas tahun malang melintang membantu banyak pihak, dengan sedikit keluh kesah yang dialaminya. Tentu surat elektronik ini disebarluakan supaya makin banyak orang mau membantu dan mendukung proyek pendidikan di Papua yang jauh berada di belakang. Berikut uraian suratnya.

Selamat Malam Dr Irene & Dr Lukas (pendiri dan pengurus KBKK),

Apa kabar? Saya percaya Allah Bapa melindungi dan mengasihi senantiasa. saya langsung share saja ya. Perjalanan saya ke pesisir Mimika barat, tepatnya Kokonau, bebrapa waktu lalu memberi pekerjaan rumah bagi hati dan pikiran sehingga lumayan mengganggu dan tadi siang, saya lumayan kaget mendapat telepon dari kepala sekolah di Kokonau, Pak Piter namanya, menyangkut pekerjaan rumah tersebut. Ini yang ingin saya sampaikan sembari cari jalan dan minta saran kepada Anda semua.

SD dan SMP di Kokonau, dengan murid-murid Suku Kamoro dan hampir 100 persen penduduk Katolik, sudah kembang kempis dengan biaya pendidikan. Guru-guru yang aktif dan bertahan mayoritas guru-guru kontrak Keuskupan Timika dengan penghasilan minim sekali untuk Papua yang mahal sekali. Namun mereka tetap bertahan bersama para pastor dan suster untuk pelayanan, dan membantu pendidikan sekian banyak murid yang mayoritas dari keluarga tidak mampu (nelayan dan pengangguran, dan lain-lain).

Fasilitas sekolah pun minim sekali. Asrama juga demikian. Pokok e sediiiih yo. Apakah mungkin, saya minta bantuan bagi mereka, berupa dana untuk membeli dan membuat bangku-bangku sekolah dan tambahan biaya untuk buku-buku serta biaya untuk perbaikan lapangan olah raga sehingga anak-anak betah belajar dan main di sekolah dan lebih mudah digiring untuk belajar

Kalau tidak demikian, orang tua memilih anak-anak jadi tenaga kerja kayuh sampan cari sagu dan makan, selesai. Pastor, suster serta guru-guru yang bertahan dalam situasi minim ini perlu didukung ya agar dalam keterbatasan segala rupa misi tetap jalan dan panggilan tetap bernyala di hati.

Pagi-pagi melayani, siang, sore, malam (kalau ada solar untuk genset atau ada uang untuk beli solar untuk perahu-perahu dan penerangan pastoran & asrama  sekolah), mengajar anak-anak baca tulis hitung agar ada perbaikan kualitas bangsa (katanya harus optimistis ya …meski dada ini sakit menahan rasa pesimistis yang kerap mampir). Semoga curahan hati ini mendapat saran ….

Salam  kasih dan doa untuk Dr Irene & Dr Lukas serta sahabat-sahabat KBKK,

dari
Riri yang sedang sedih dan mikirin 2 proposal untuk panti asuhan dan gereja, semua di pedalaman papua, yang masih saya simpan di laci kantor… aduuuuh yang mana dulu ya …. I believe Lord Jesus give hands to us to do something for others who are poor and marginilised :))

p.s. saya sedang minta Pak Piter bikin proposal sederhana plus nama pastor paroki Maria Bintang Laut Kokonau dan Potowaeburu

Henrica Wungalela, aktivis di Papua

706 Total Views 1 Views Today
Share.

About Author

Abdi Susanto

Wartawan Liputan6.com, anggota KBKK Indonesia

Leave A Reply