19-27 Okt 2016: KBKK Isi Pekan Misi Nasional KKI-KWI di Keuskupan Weetebula, Sumba (1)

0

INI perjalanan misi bakti kasih KBKK (Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan) dalam perjalanan partisipasi mengisi program Pekan Misi Nasional KKI-KWI di Keuskupan Weetebula, Pulau Sumba, NTT.

Ini merupakan catatan hari ke-1, 2, 3

Mengisi program Pekan Misi Nasional KKI-KWI

Menyambut perayaan Pekan Misi Nasional 2016 di Keuskupan Weetebula, KBKK kembali dipercaya bermisi di Sumba. Perjalanan ke Pulau Sumba ini berlangsung mulai tanggal 19 sampai dengan 27 Oktober 2016.

KBKK berangkat dengan tim berjumlah 13 orang, terdiri dari 3 orang dokter: dr. Irene Setiadi, dr. Lukas Jusuf, dr. Haris Mutiara, dan 10 orang anggota dari berbagai umur dan profesi berbeda.

Mereka adalah dr. Irene Setiadi, dr. Lukas Jusuf, dr. Haris Mutiara, Veronica Utari, Lulu Angkasa, Yong Basuki, Clementian Sian Basuki, Angel Li, Felisia Veridiana, Cathy Dere, Frieda Kontutodjeng, Andreas Kentjana, dan Djuli Puspa.

Tujuan misi bakti kasih

Misi bakti kasih  KBKK di Keuskupan Weetebula, Pulau Sumba, kali ini antara lain:

  • Seminar kesehatan remaja tentang bahaya rokok, alkohol, narkoba dan seks bebas di 3 SMA (SMK Pancasila Tambolaka, SMA Andaluri, dan SMK Don Bosco) serta  1 SMP (SMP Negeri 2 Wewewa).
  • Pelayanan medis di dua tempat: Tanabanas dan  Lairudi (Kambata Mapambuhang) serta pemeriksaan kesehatan untuk para romo , frater, bruder dan para frater postulan di SDB (Salesian Don Bosco).
  • Kegiatan bina iman anak dan remaja BIA (Bina Iman Anak).
  • Pembagian bingkisan kasih 500 pax (beras, gula, susu) di beberapa lokasi yakni di Tanabanas (150 pax), Lairudi (150 pax), PA Seraphine (50 pax), PA Alma Puteri (50 pax), PA Alma Putera (50 pax), PA SCMM di Waikabubak (50 pax).
  • Pembagian barang-barang dari sumbangan donatur: sepatu anak 100 pasang, seragam sekolah 120 buah, ransel anak 160 buah, rosario 1050 buah, Kitab Suci dari LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) 100 buah, Alkitab 500 buah, PIN OMK 500 buah, buku-buku anak, mainan anak, tumbler, selendang, ATK, baju anak, kemeja anak, baju-baju orang dewasa, celana panjang orang dewasa dan obat-obatan.
  • Kunjungan ke dua Panti Asuhan: PA Seraphine dan PA Alma Puteri.
  • Kunjungan ke lokasi SDK Weerita, Weekombaka untuk rapat proposal dengan Rm. Marselinus Pingge Lamunde Pr (Ketua Yayasan Persekolahan Nusa Cendana), Rm. Romanus Dandus (Pastor Paroki Hati Kudus Yesus), Rm. Benyamin Leti Galli Pr (Pastor rekan di  Paroki Hati Kudus Yesus) dan penduduk setempat. Misinya adalah diskusi mengenai rencana renovasi kelas baru SDK Weerita, Weekombaka.

img_3866

Hari pertama

KBKK tiba di Weetebula dan disambut oleh Rm. Simon Tenda CSsR (Ketua Pusat Pastoral Kotikuloku & pengurus KKM KWI) dan Rm. Robert CSsR. Dalam rombongan juga ada anggota Tim KKI- KWI beserta RD Markus Nur Widi Pranoto (Sekretaris Eksekutif KKM KWI) & RP Raymundus Sudhiarsa SVD (Wakil Ketua Komisi Karya Misioner KWI). Sore harinya tim KBKK sempat berkunjung ke Pantai Ratenggaro menyaksikan indahnya pemandangan alam sunset dan kemudian menginap di Rumah Budaya.

oxal2759

Hari kedua

Tim KBKK memulai pelayanan di SMK Pancasila Tambolaka. Siswa-siswi yang hadir datang dari 9 SMA: SMK Pancasila, SMA St.Dominikus, SMK Kesehatan Bakti, SMK Kasimo, Seminari Sinar Buana, SMK Kesehatan San Jose, SMA Thomas Aquinas, SMA Manda Elu, SMK Bakti Luhur.

Acara berlangsung di aula SMK Pancasila Tambolaka. Panitia lokal telah melakukan persiapan yang sangat baik, menyediakan MC, keybor dan tim penyanyi yang menghibur di sela-sela acara. Seminar juga dihadiri oleh Aleks Rangga Pija (Kepala Sekolah SMK Pancasila) dan Rm. Simon Tenda CSsR yang telah mengorganisir acara ini.

Seminar dibawakan oleh dr.Irene Setiadi, dibantu oleh dr. Lukas dan dr.Haris.

Peserta tampak teratur dan aktif dalam tanya jawab. Ada beberapa siswa yang berani untuk melakukan testimoni sejak kapan mereka mulai merokok dan alasan mereka merokok.

Untuk mengapresiasi keberanian mereka berbicara dan berbagi, KBKK menyediakan beberapa hadiah antara lain: Alkitab dan tumbler (botol minuman plastik). Acara berjalan sukses dan dilanjutkan dengan pembagian PIN untuk seluruh peserta dan rosario bagi yang beragama Katolik.

Kemudian acara ditutup dengan menari bersama dengan lagu dansa Timor NTT  Mogi ye. Selesai acara, tim kembali ke Rumah Budaya dan mengunjungi Museum Tirta Moripa yang dikelola oleh Rm. Robert CSsR yang juga merupakan tuan rumah Rumah Budaya.

Romo menjelaskan sejarah dan cerita di balik sejarah Sumba dan barang-barang kuno peninggalan Sumba yang berhasil dikoleksinya. Kemudian team melanjutkan perjalanan ke Puspas Anakalang, Sumba Tengah, tempat Rm. Simon Tenda CSsR.

Tim  KBKK bergabung makan malam bersama dengan grup Joppy Taroreh dan Rm. Nur Widi beserta staf dari KKM, KKI dan KWI.

lesp9210

Hari ketiga

Tim KBKK melakukan pelayanan ke Tanabanas.

Dengan mengendarai minibus, seluruh anggota beserta satu orang dari tim KKI, 1 orang tim Dokpen KWI dan Ibu Olifa dari Puspas Anakalang, berangkat ke Tanabanas yang letaknya di pegunungan. Dalam perjalanan, bus mengalami dua kali pecah ban dan menemui asap tebal dari lahan yang terbakar di pinggir jalan. Namun dengan perlindungan Tuhan, rombongan akhirnya berhasil tiba di tempat tujuan pada pukul satu siang.

KBKK disambut Rm. Felix OCD dari Kupang. Warga yang sudah menunggu dari pukul delapan pagi berasal dari tiga stasi: St. Yohanes Rasul Mehangkala, Maria Ratu Karmel Palawacu, St. Yohanes dari Salib Soru. Jumlah anak-anak sekitar 200 orang dan dewasa sekitar 140 orang yang mengikuti kegiatan medis.

Acara BIA berlangsung meriah dengan lagu-lagu SEKAMI Sumba. Mereka dipimpin Ibu Olifa bernyanyi dan menari dengan lincah. Banyak hadiah-hadiah dari donatur yg diberikan ke anak-anak tersebut, menambah antusiasme mereka. Mereka tidak tampak malu-malu, riang dan memiliki suara yg sangat bagus. Acara medis dan BIA diadakan bersamaan di dalam bangunan gereja, karena keterbatasan tempat. Acara medis berlangsung lancar meskipun awalnya ada kendala bahasa dengan peserta, namun kemudian bisa teratasi dengan bantuan warga setempat.

Sementara itu di halaman diadakan pembagian bingkisan kasih sembako 150 paket yang dipimpin langsung oleh Rm. Aloysius OCD (Pastor paroki St. Yoseph Lendiwacu). Selesai acara, hampir pukul tiga siang, tim makan siang bersama di rumah salah seorang penduduk. Rumah tersebut sangat sederhana, hanya berlantai dan berdinding semen, yang sekilas tampak seperti rumah yg baru setengah jadi. Namun keramahan orang-orang di sana membuat kesederhanaan kondisi mereka tidak terasa “penting” lagi. Selesai makan tim pun kembali melanjutkan perjalanan ke Susteran SSpS di Waingapu dan menginap di sana.

img_3888

 

1479 Total Views 2 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota Komisi Dokominfo KBKK Periode 2018-2023

Leave A Reply