19-27 Okt 2016: KBKK Isi Pekan Misi Nasional KKI-KWI di Keuskupan Weetebula, Sumba (2)

0

INI catatan perjalanan misi bakti kasih KBKK pada hari ke-4, 5, dan 6

Hari keempat

Hari ini, kami tampil manis dengan seragam biru. Tim misi bakti kasih KBKK hari ini dibagi menjadi dua kelompok kerja.

Kelompok pertama berjumlah tiga orang dan dipimpin dr. Irene Setiadi pergi menuju SMA Andaluri. Tim ini memberi seminar kesehatan remaja tentang bahaya rokok, alkohol, narkoba, dan seks bebas.

Tim kedua berjumlah 10 orang dan dipimpin dr. Lukas Jusuf. Tim ini berangkat untuk memberi  pelayanan medis dan bekerjasama dengan tim panitia lokal dan anggota Polri setempat yang dipimpin Rm.Lino Maran. Lokasi pelayanan medis awalnya direncanakan akan berlangsung di Lairudi, namun kemudian dipindahkan ke kantor Kecamatan Kambata Mapambuhang.

Dua tim kerja

Tim  I:  Seminar berlangsung di aula SMA Andaluri Waingapu dan dibuka oleh Kepsek Rm. Dominikus CSsR. Kegiatan dimulai pada pukul 09.30 WITA dengan jumlah peserta sekitar 300 siswa-siswi.

Sebagian besar peserta mengatakan bahwa hambatan terbesar untuk kegagalan meraih cita-cita adalah faktor ekonomi. Karena itu, dr. Irene memberi kesaksian tentang perjuangan hidupnya sendiri untuk bisa menjadi dokter seperti sekarang ini, meskipun saat itu keluarganya juga mengalami kesulitan ekonomi.

Ia  menekankan bahwa untuk  bisa meraih cita-cita yang terpenting adalah merangkai prestasi, membina karakter yang baik dan senantiasa berdoa agar Tuhan membuka jalan.

Acara berlangsung lancar dan ditutup dengan konseling serta doa untuk anak-anak tersebut.

eewj8783

Melakukan pelayanan medik gratis untuk masyarakat sekitar di lokasi bakti kasih ke Keuskupan Weetebula – Sumba, NTT.

Tim II:  Pelayanan medis berlangsung tertib dan lancar di kantor kecamatan yang telah dipersiapkan dengan sangat baik oleh panitia lokal. Ibu Camat Ny. Ernesta Janggadewi yang memiliki 4287 warga merupakan sosok perempuan  ramah dan sederhana. Ia turun tangan sendiri untuk melayani anggota KBKK dengan menyediakan konsumsi berupa makanan lokal.

KBKK juga dibantu oleh tim orang dokter lokal dalam acara tersebut. Mereka adalah dr. Arlin, dr. Satria, dan dr. Teguh.  Jumlah penerima pelayanan medis banyak, sekitar 241 orang.

Sementara itu,  acara BIA (bina iman anak) berlangsung di ruang kelas SMP Negeri I yang berada tidak jauh dari kantor kecamatan. Mayoritas anak setempat berumur  10 ke bawah.

Berbeda dengan Tanabanas, di tempat ini anak-anak sebagian besar beragama Kristen. Tidak terdengar gema lagu SEKAMI di tempat ini.

Malam harinya,  KBKK mendapat undangan datang ke Gereja Katolik Sang Penebus guna mengikuti acara Malam Budaya. Hadir 1.069 peserta SEKAMI se-Keuskupan Weetebula.

Baca juga:   19-27 Okt 2016: KBKK Isi Pekan Misi Nasional KKI-KWI di Keuskupan Weetebula, Sumba (1)

Gema suara anak-anak SEKAMI Sumba yang lantang dengan lagu-lagunya yang terkenal di seluruh pelosok Sumba benar-benar menghidupi suasana malam itu. Acara sangat meriah. Anak-anak maupun orangtua,  baik yang mengisi acara maupun penonton, bergembira dengan tarian dan nyanyian yang disajikan.

img_5293

Tim misi bakti kasih KBKK di Keuskupan Weetebula, Pulau Sumba, NTT, 19-27 Oktober 2016 dalam rangka mengisi program acara Pekan Misi Nasional KKI-KWI.

Hari kelima

Dengan berseragam orange, inilah baju kami hari ini.

Baju seragam diberikan oleh Panitia Pekan Misi Sedunia dan seluruh anggota tim KBKK  yang mengikuti Puncak Perayaan Pekan Misi Sedunia mendapat jatah baju seragam ini.

Dengan seragam orange inilah, kami datang dengan hati riang mengikuti perayaan ekaristi meriah bersama selebran utama RP Raymundus Sudhiarsa SVD, anggota KBKK dari Malang. Ia menggantikan Uskup Edmund Woga CSsR yang sedang sakit.

Imam anggota Serikat Sabda Allah (SVD Provinsi Jawa-Bali) ini memimpin misa bersama imam konselebran: Direktur Nasional KKI-KWI  RD Markus Nur Widipranoto bersama Rm. Simon Tenda CSsR dan 15 imam.

Hadir pula pada misa meriah ini Dirjen Bimas Katolik Kemenag: Eusebius Binsasi.

Ekaristi diwarnai tari-tarian dan nyanyian dan ditutup dengan pemberian piala dan hadiah bagi para pemenang lomba dalam Pekan Misi. Setelah itu, tim makan siang bersama dengan seluruh umat. Sore hari, tim kembali berangkat pulang dan meninggalkan Waingapu menuju Anakalang, Puspas.

nkfp4138

Bersama para suster ADM (Darah Mulia) pengelola panti asuhan Seraphine di Kotikuloku, Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, NTT.

Hari keenam di Panti Asuhan Seraphine

Tim KBKK pergi menuju Panti Asuhan Seraphine yang letaknya berseberangan dengan Puspas. Panti ini menampung anak-anak, namun diprioritaskan pada yang baru lahir. Juga menampung anak-anak yang orangtuanya telah meninggal atau sakit sehingga tidak mampu merawat anak-anaknya.

Panti ini tidak melakukan  adopsi, karena tidak diperbolehkan. Pihak keluarga beberapa bulan sekali boleh datang menjenguk, dengan membawa bahan-bahan makanan, hasil kebun atau telur. Pihak panti akan membantu merawat maksimal lima tahun, setelah itu anak akan dikembalikan ke pihak keluarga. Terkecuali bila keluarga tetap tidak mampu, maka anak akan terus diizinkan tinggal di panti.

KBKK membawa bingkisan kasih berupa beras, susu, gula (50 pax), baju, rosario, mainan, sabun, dll. Sr. Angela dibantu dengan beberapa remaja merawat anak-anak. Masih tampak kurangnya tenaga dalam mengurus panti ini.

Kasih Tuhan di panti asuhan 

Pimpinan panti  Sr. Flora ternyata baru dua bulan datang bertugas ke panti tersebut. Bersama Sr. Susan dari Kei (Maluku Tenggara)  dan Sr. Mathilda dari Timor dan tiga orang perawat, mereka mengelola Panti Asuhan Alma Putri dan merawat 25 anak panti.

Mereka terdiri dari 4 anak yg sehat, 11 anak yg bersekolah di SLB karena beberapa keterbatasan dan 10 anak yg menderita penyakit yang butuh perawatan khusus di panti. Seorang anak panti yang telah dewasa, Fani, yang matanya buta total terlihat di dapur sedang menyuapi adik pantinya, Lorita, yang menderita celebral palsy.

Sementara di meja depan, anak yang lebih kecil usianya, Lilis yang bibirnya sumbing, menggendong Stefi penderita micro cephalus dan cerebral palsy. Ia dengan sabar menyuapi Stefi, meskipun sebentar-sebentar Stefi menangis keras dan tidak bisa diam.

Melihat betapa tekun dan sabarnya anak-anak yang tidak sempurna itu menghadapi sesamanya dengan kasih yang begitu besar, kuasa Tuhan terasa begitu nyata di tempat itu. Tidak lama masuk Celin dengan pakaian SD, baru pulang sekolah. Telapak kaki dan tangannya semua tidak ada. Namun dia mampu berdiri dan berjalan seperti anak normal.

Menurut Sr. Susan, Celin tidak mengalami kendala dalam menulis dan bersekolah.

Tim KBKK berdoa bersama anak-anak, memberi mereka semangat dan ucapan terima kasih karena sudah berbuat banyak bagi sesama mereka. Anak-anak Alma telah mengajarkan kepada tim KBKK arti dari ‘kasih’ dan ‘pelayanan’ yang sesungguhnya, melalui perbuatan dan sikap mereka yg tulus pada saudara panti mereka. Anak-anak juga sempat menyanyikan beberapa lagu dan mendoakan team yang akan melanjutkan perjalanan menuju Weetebula.

Bingkisan kasih pun diberikan berupa beras, susu, gula (50 pax), baju, rosario, sepatu, dll.

Sr. Flora sangat bersuka cita karena kedatangan tim sangat membantu kesulitan panti, yang jarang dikunjungi donatur. Sore hari tim pun akhirnya tiba di SDB (Salesian Don Bosco) Weetebula, disambut oleh Rm. Adi dan Rm. Arnold.

uafw5439

1390 Total Views 2 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota Komisi Dokominfo KBKK Periode 2018-2023

Leave A Reply