19-25 Maret 2017 Bakti Kasih KBKK ke Keuskupan Sintang: Bina Iman OMK Lima Paroki dan Seminari St. Yohanes Maria Vianney (3)

0

INI catatan perjalanan hari ke-5, ke-6 & ke-7

Hari kelima, dengan berseragam biru tim menuju ke Pandan. Acara hari ini adalah pertemuan dengan OMK dari tiga paroki: Ng Tempunak, Pandan dan Nobal. Pastoran Gereja Katolik Keluarga Kudus di Pandan  menjadi tempat berlangsungnya acara.

OMK yang hadir kurang lebih 80 puluh orang.

Baca juga:   19-25 Maret 2017 Bakti Kasih ke Keuskupan Sintang: Menghadiri Salve dan Misa Tahbisan Uskup Mgr. Samuel Oton Sidin OFMCap (2)

Setelah dibuka dengan menyanyi dan berdoa bersama, kitab suci pun dibagi-bagikan dan OMK dibagi menjadi sepuluh kelompok yang masing-masing dipimpin oleh satu orang dari tim KBKK. Sharing Injil kali ini dilakukan dengan format yang agak berbeda.

Pembacaan kitab suci dilakukan sendiri-sendiri dalam kelompok, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan ayat kitab suci dan sharing pribadi dari masing-masing anggota. Setelah itu barulah semuanya kembali menyatu bersama dalam doa spontan. Setelah itu dari masing-masing kelompok mengirim satu perwakilan untuk maju ke depan dan melakukan sharing.

Sharing Injil di antara OMK tiga paroki di Sintang.

Ketua OMK Pandan, Ng Tempunak dan Nobal pun maju ke depan, untuk memperkenalkan diri dan masing-masing anggotanya. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan diri dari tim KBKK. Kemudian acara pun dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Setelah makan siang, diadakan pembagian baju kaos OMK dengan tulisan Mens Sana in Corpore Sano. Setiap OMK langsung mengenakan baju tersebut dan duduk berkumpul sesuai dengan warna baju yang dikenakan. Dr. Irene menjelaskan arti lima warna baju OMK: merah, kuning, hijau, biru, putih, yang merupakan warna misioner.

OMK tampak bersemangat menjadi bagian juga dalam perutusan Allah sebagai misioner. Lalu dilanjutkan dengan pemutaran slide mengenai kisah KBKK dalam bermisi, untuk memberikan motivasi pada OMK semangat melayani. Kemudian ditutup dengan seminar mengenai bahaya rokok, alkohol dan seks bebas. Diberikan pula waktu untuk tanya jawab, di mana beberapa OMK antusias bertanya, salah satunya mengenai maraknya rokok elektrik saat ini.

Acara pun berakhir dengan bernyanyi bersama serta ditutup dengan foto bersama di depan Gereja Katolik Keluarga Kudus. Pukul tiga sore tim pun meluncur meninggalkan Pandan.

Bina iman untuk para OMK dari tiga paroki di Sintang serta seminari tentang bahaya narkoba, rokok, dan seks bebas.

Pukul tujuh malam tim tiba di aula CU Keling Kumang untuk pertemuan dengan OMK dari dua paroki: Kristus Raja Katedral dan Ratu Semesta Alam Sei Durian.

Romo Agustinus Xaverius Bahang Pr, atau yang lebih akrab dipanggil dengan Romo Gusti,  memimpin OMK. Dr. Irene memimpin acara Sharing Injil dan memberikan kesempatan kepada beberapa OMK untuk melakukan sharing langsung di depan. Acara ini berlangsung cukup singkat karena keterbatasan waktu.

Sharing iman di antara OMK.

Menuju Bukit Kelam

Hari keenam, tim berangkat menuju Bukit Kelam untuk melakukan wisata rohani. Di depan gua Bunda Maria, misa dipimpin oleh Romo Bimo OFM.

Romo Endi menyampaikan renungan perjalanan misi kali ini: Misi ini misi Tuhan. Tuhan mempercayakan misi ini kepada kita karena Dia tahu kita mampu. Kita diminta untuk berbuat lebih banyak lagi dan melayani Tuhan lebih sungguh lagi.

Hukum yang pertama bahwa segala sesuatu harus tertuju pada Allah. Mencintai Allah tidak setengah-setengah karena kita menyadari akan cinta Allah pada kita. Kesadaran itu menjadi akar iman kita untuk melayani Tuhan melalui sesama. Hukum kedua adalah mencintai sesama. Kita harus sampai pada kasih yang agape seperti kasih Yesus.

Arah misi kita adalah keluar dari diri kita sendiri, meninggalkan ego kita dan pergi mendekati orang-orang. Saat menemui tantangan dan kesulitan dalam bermisi, kita dapat berdiam diri, tenang, hening sejenak dan percaya pasti ada rahmat Tuhan yang tercurah kepada kita untuk menjadi pelita agar mampu melihat yang harus kita lakukan berikutnya. Kesalahan menjadi pengalaman yang berharga untuk belajar. Yang harus kita fokuskan adalah berjalan ke depan, memperhatikan apa yang menjadi kehendak Allah. Dan kita harus terus menerus belajar mendengarkan suara Tuhan.

Setelah misa tim pun dibawa ke rumah umat di Tauk: Bapak Panyin dan Ibu Yahmiati yang merupakan orangtua angkat Romo Endi. Mereka menyambut tim dengan hangat dan menjamu makan siang.

Seminari St. Yohanes Maria Vianney

Selesai makan siang, tim menuju ke Seminari St. Yohanes Maria Vianney yang dipimpin oleh Romo Frensius Suprijadi CM yang lebih akrab dipanggil Romo Supri. Di Seminari ini ada tiga kelas, yaitu: kelas X dengan 13 siswa, kelas XI dengan 14 siswa dan kelas XII dengan 7 siswa. Tim KBKK dibagi menjadi dua, sebagian bergerak menuju gua Bunda Maria untuk melakukan bersih-bersih, sebagian lagi bersama dr. Irene ke kapel menemui para seminaris.

Kerja bakti membersihkan kompleks Seminari St. Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang.

Acara dimulai dr. Irene dengan mengajarkan lagu Firmanku yang kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah Sharing Injil. Beberapa anggota KBKK pun melakukan sharing mengenai panggilan Tuhan untuk ikut bermisi untuk menguatkan para seminaris dalam mengikuti panggilannya.

Salah satu kesan dari salah seorang siswa, Albertus Riko.

“Menurut saya penyampaian materi dan sharing KBKK membuat saya senang sekali dan terhanyut. Mereka membuat saya bersemangat dalam menyelami panggilan dan mengikuti Kristus. Memberikan saya motivasi tersendiri untuk selalu bersemangat melayani sesama dan peduli pada orang lain,” demikian isi sharingnya.

Bersama para siswa Seminari St. Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang.

Datang mengunjungi Sr. Elisa KFS

Hari ketujuh, tim mengadakan misa bersama Romo Endi, Romo Patrisius Piki dan Ibu Lily. Setelah misa, dilakukan pembagian sertifikat keikutsertaan misi untuk setiap anggota tim. Dan kemudian tim pun berpisah dengan Romo Endi. Kami berangkat ke Pontianak, bertemu sebentar dengan Sr. Elisa KFS, pemimpin tarekat Suster-suster KFS. Kemudian dari Pontianak tim pun pulang ke Jakarta.

Datang dan menemui Sr. Elisa KFS di Pontianak sebelum akhirnya terbang pulang ke Jakarta.

Pesan dan kesan Romo Endi: KBKK melaksanakan kehendak Tuhan pergi ke pelosok untuk mewartakan Injil, karena memiliki iman yang teguh dan kesadaran untuk bermisi. KBKK mau memberikan dirinya dalam karya dan pelayanan kasih serta mempersembahkan diri untuk kemuliaan Tuhan. Setiap anggota agar lebih mempersiapkan diri lagi dengan keterampilan tertentu sehingga siap dipakai saat diperlukan, sehingga tujuan bermisi dapat dicapai.

Sekian laporan mengenai Misi Sintang ini.

Untuk kebaikan, kerjasama dan kemurahan hati dari semua pihak, terutama para Romo, umat Sintang, OMK dan panitia lokal, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Untuk segala kekurangan dan kesalahan, kami memohon maaf. Bila ada kesalahan dalam penulisan nama maupun tempat, mohon dimaafkan.

322 Total Views 2 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota KBKK dari Paroki Trinitas Cengkareng, Jakarta Barat; ikut bermisi ke Keuskupan Weetebula -Sumba dalam rangka Pekan Misi Nasional KKI-KWI.

Leave A Reply