Kasih Tuhan Tercurah Bagi Mentawai (2)

0

REFLEKSI PENGALAMAN: MENCINTAI DAN DICINTAI
Oleh; Mespin Zulian Samaloisa, S. Pd
Alumnus Universitas Sanata Dharma, Alumni Mahasiswa Beasiswa KBKK (Angkatan 1) – Mentawai
Guru SD Santo Petrus Tuapeijat Mentawai

Pengalaman mencintai dan dicintai merupakan dua hal yang dialami oleh semua ciptaan Tuhan khususnya manusia. Mencintai merupakan sebuah tindakan ungkapan kasih sayang seseorang kepada orang lain atau sesuatu apapun yang membuatnya kagum atau bahagia. Bunda Theresia dari Kalkuta mengatakan bahwa “Kita diciptakan untuk mencintai dan dicintai.” Permenungan dari kata-kata Bunda Theresia inilah yang akhirnya menjadi kerinduan saya dalam merefleksikan pengalaman hidup ketika saya mencintai dan dicintai oleh orang lain.

Pengalaman mencintai dan dicintai bagi saya merupakan pengalaman-pengalaman terindah dalam hidup saya. Setelah melalui perjalanan hidup yang cukup panjang, saya akhirnya menyadari pengalaman mencintai ternyata hampir setiap hari bisa saya alami dan lakukan. Sejak kecil saya mencintai apa yang menjadi barang/mainan kesukaan saya. Kemudian bertumbuh menjadi remaja, saat saya menyadari bahwa kehadiran orang tua menjadi bukti cinta Tuhan yang besar dalam hidup saya, saya pun belajar mencintai kedua orang tua yang selalu mendidik, membimbing, dan memperhatikan kehidupan saya tersebut.

Bertumbuh menjadi dewasa saat ini, saya sering kembali merenungkan perjalanan hidup saya, apakah saya sudah benar-benar mencintai apa yang saya jalani/lakukan saat ini di dalam kehidupan sehari-hari? Ternyata saya tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang hangat dan selalu mau berusaha belajar mencintai apapun, termasuk hal-hal  yang kurang saya sukai. Saya merasa kehidupan saya menjadi utuh dan berguna sebagaimana mestinya ketika cinta kasih yang saya alami itu bisa saya bagikan kepada orang lain.

Pak Guru Mespin, bersama anak-anak didiknya

Pengalaman dicintai yang saya alami adalah ketika saya bertemu orang-orang yang mencintai saya, yang membantu saya di sepanjang jalan sehingga saya bisa menjadi saya yang sekarang ini. Saya merasa dicintai oleh Tuhan lewat orang tua, sanak saudara dan orang-orang yang mengenal saya. Pengalaman yang paling saya syukuri adalah pengalaman dicintai oleh Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK). Cinta dan kasih mereka benar-benar nyata terasa dalam hidup saya. Mereka memberikan apa yang menjadi hasil perjuangan mereka, motivasi dan sarana prasarana selama dalam perkuliahan saya. Saya merasakan berkat yang luar biasa, di mana Tuhan menghadirkan sosok-sosok yang begitu peduli dan menganggap saya seperti anak atau keluarga mereka sendiri.

Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) merupakan rumah kedua yang membuat saya bertumbuh, berkembang dan merasakan bagaimana cinta kasih Tuhan itu berkarya dalam hidup saya. Sebelumnya saya tidak pernah menyangka kasih Tuhan itu sungguh luar biasa besar. Ketika saya bertemu dengan keluarga besar KBKK, saya merasa begitu nyaman seolah-olah saya sedang berada dan dicintai dalam keluarga saya sendiri. Kehadiran KBKK membuat masa depan saya menjadi cerah. Saya sekarang bisa menjadi motivasi bagi orang lain khususnya orang-orang di Mentawai dan terutama menjadi orang yang bisa menularkan nilai-nilai kehidupan yang baik lewat dunia pendidikan. Itulah kasih nyata Tuhan yang saat ini benar-benar berbuah dalam kehidupan saya. Karena Tuhan telah memberikan kepada saya rahmat-Nya secara cuma-cuma maka saya pun dengan senang hati ingin menyalurkan berkat dan rahmat itu kepada mereka yang saya layani.

Kesimpulan dari permenungan saya dari mencintai dan mencintai: Tuhan adalah sumber cinta dalam kehidupan saya. Berkat kehadiran orang-orang baik di sekitar saya, saya akhirnya menyadari bahwa sesungguhnya Tuhanlah yang mencintai saya melalui mereka.

 

Tulisan asli diedit oleh Angel Li

187 Total Views 1 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota KBKK dari Paroki Trinitas Cengkareng, Jakarta Barat; ikut bermisi ke Keuskupan Weetebula -Sumba dalam rangka Pekan Misi Nasional KKI-KWI.

Leave A Reply