KBKK Misi Larantuka, Budaya Dan Iman Yang Mengakar Di Lewoloba (2)

0

KBKK Misi Larantuka hari kedua

02 September 2017

Tarian Hedung, tarian adat penyambutan tamu

Tim KBKK, Romo Adu bersama panitia lokal dan anggota Polres Flotim berangkat pukul 07.30 WITA menuju Lewoloba, Larantuka. Umat Stasi Gereja Hati Amat Kudus Tuhan Yesus, Paroki St. Yoseph Riang Kemie sudah menunggu. Para penari yang terdiri dari bapak-bapak hingga usia 95 tahun telah siap menyambut dengan kostum adat mereka yang bertelanjang dada, hanya mengenakan sarung dengan kalung dan ikat kepala yang dihiasi bulu-bulu. Sementara tangan mereka memegang sebuah parang yang disebut peda oleh orang Lamaholot. Mereka membawakan tarian Hedung/Hama, sebuah tarian untuk menjemput tamu. Dulu tarian ini dipersembahkan untuk menyambut tamu agung yang datang ke kampung.

Misa Syukur dihadiri juga oleh para Konfreria

Diadakan pengguntingan pita dan tarian penyambutan. Setelah itu dilanjutkan dengan Misa syukur dan baksih. Ini merupakan rangkaian acara dari Triduum RD. Bernardus Bala Kerans (Romo Adu) hari kedua.

Ketua dewan stasi, Bapak Marcy Peurape pun ikut menyambut. Informasi dari Bapak Marcy, paroki St. Yoseph Riang Kemie ini memiliki umat yang semuanya beragama Katolik berjumlah 240 KK, total 1099 orang.

Misa diawali dengan masuknya para Konfreria yang membawa bendera. Konfreria adalah serikat persaudaraan yang berasal dari tradisi Portugis, yang berdedikasi kepada Tuhan dan gereja. Mereka adalah kelompok elit yang berdevosi pada Bunda Maria.

Tim Logistik mempersiapkan paket bantuan langsung dan obat-obatan untuk pengobatan gratis

Romo Paroki St. Yoseph Riang Kemie, RD.Donatus Selindang Kolin PR, atau yang lebih akrab disapa dengan Romo Don, tiba di tempat kegiatan pada saat kegiatan akan dimulai. Kelompok remaja dikumpulkan di gereja, terdiri dari 20 orang anak SMP dan 35 orang anak SMK. Dr.Irene dalam kegiatan Bina Iman Remaja (BIR) ini membawakan materi mengenai bahaya rokok berkaitan dengan sejumlah penyakit yang diakibatkannya, salah satunya adalah penyakit jantung. Para remaja diajak untuk menjauhi dan meninggalkan kebiasaan merokok. Merokok adalah “membakar uang” yang seharusnya uang tersebut bisa dipergunakan untuk biaya pendidikan.

Dr. Irene memimpin kegiatan Bina Iman Remaja

Kegiatan pengobatan gratis

Sementara itu kegiatan pengobatan gratis diadakan di halaman luar sebelah kiri gereja. Dr. Lato beserta tim medik bagian obat dan suster lokal bekerja bersama. Setelah kegiatan BIR selesai, Dr.Irene bergabung ke dalam kegiatan pengobatan gratis. Umat stasi yang hadir berobat berjumlah 76 orang. Setiap orang dicek dahulu tekanan darahnya setelah itu dilanjutkan konsultasi dengan dokter dan kemudian mengambil obat sesuai resep yang diberikan. Mayoritas umat di Larantuka yang datang ke pengobatan gratis ini tercatat memiliki angka tekanan darah yang tinggi, dikarenakan konsumsi garam yang tinggi.

Kegiatan Bina Iman Anak berlangsung meriah di lapangan terbuka nan terik

Karena keterbatasan tempat, anak-anak SD dan PAUD dikumpulkan di lapangan terbuka, dibantu oleh Guru Sekami setempat, kegiatan Bina Iman Anak (BIA) berlangsung meriah, meskipun cuaca panas terik. Jumlah anak yang hadir: 141 anak SD, 40 anak PAUD. Setelah kegiatan BIR selesai, anak-anak SD dan PAUD pun dibawa masuk ke dalam gereja untuk melanjutkan kegiatannya. Di akhir kegiatan dibagikan hadiah dari donatur berupa buku dan alat tulis. Yang menarik dari anak-anak di Lewoloba ini, mereka sangat ceria, tidak tampak malu-malu, bahkan sangat senang untuk dipotret.

Pembagian barang dari donatur berupa buku dan alat tulis

Tim doa KBKK beserta para Suster dan Frater terbagi atas beberapa group, berpencar mengunjungi rumah-rumah umat yang sakit yang kali ini berjumlah 30 orang. Ada yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki, ada pula yang harus menggunakan kendaraan. Tim doa ini bertugas mendoakan, membagikan komuni (Suster-Frater) dan membagikan bantuan langsung dari donatur. Dr. Irene sempat diajak Sr. Albertha OP untuk mengunjungi seorang umat yang menderita darah tinggi dan stroke yang tidak dapat hadir di lokasi pengobatan gratis. Sangat disayangkan sekali karena umur Bapak ini masih relatif muda dan sebenarnya masih ada kemungkinan sembuh bila diobati dengan fisioterapi. Tetapi karena kondisi ekonomi yang sulit dan terisolir, maka beliau tidak memperoleh pengobatan yang seharusnya.

Tim doa yang mengunjungi orang sakit dan memberi komuni

Makan siang bersama diadakan setelah kegiatan selesai, dengan menu lokal yang bahan dasar serba ikan. Setelah acara makan siang bersama usai, tim KBKK sempat masih menunggu kedatangan tim doa yang terlambat pulang, yaitu Ibu Julia beserta Frater John, yang akhirnya tiba kurang lebih pukul tiga diantar dengan menggunakan motor.

Ibu Julia dari KBKK dan Frater John, tim doa yang terakhir pulang

Setelah semua tim lengkap, akhirnya tim pun berpamitan dengan para umat Stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus, Paroki St. Yoseph Riang Kemie. Tim bersama Romo Adu sebelum pulang sempat singgah ke lokasi acara perayaan imamat perak Romo Adu, yang akan diadakan pada tanggal 04 September nanti. Para panitia acara, yang semuanya merupakan keluarga besar Romo Adu masih sibuk memasang tenda-tenda dan menghias panggung yang menjadi pusat kegiatan misa syukur dan acara. Menurut informasi dari Romo Adu, tamu yang diundang sekitar 3000 orang dan konsumsi dipersiapkan untuk 4000 orang. Panitia ini sudah mulai bekerja kurang lebih dua minggu sebelum tanggal acara.

Pulang dari kegiatan baksih, Tim KBKK beristirahat kemudian melanjutkan kegiatan hari itu dengan makan malam bersama dan sharing Injil tujuh langkah. Refleksi perjalanan misi KBKK hari kedua: kami bersyukur atas budaya dan iman yang mengakar kuat di tempat ini. Semangat umat di Lewoloba sangat tinggi, mulai dari anak-anak hingga orangtua yang berumur 95 tahun masih bisa aktif berkegiatan. Budaya lokal juga masih sangat kental dan terjaga, ini terlihat dari hadirnya tarian adat dan para Konfreria.

Terima kasih kami ucapkan untuk Romo Paroki St. Yoseph Riang Kemie, RD.Donatus Selindang Kolin PR, Ketua dewan stasi, Bapak Marcy Peurape, para Konfreria, para panitia lokal dan seluruh umat Stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus, Paroki St. Yoseph Riang Kemie. Segala penyambutan, keramahan dan kerjasamanya membuat kegiatan bakti kasih KBKK pada hari kedua ini bisa berjalan dengan lancar dan baik. Tuhan memberkati.

 

266 Total Views 1 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota KBKK dari Paroki Trinitas Cengkareng, Jakarta Barat; ikut bermisi ke Keuskupan Weetebula -Sumba dalam rangka Pekan Misi Nasional KKI-KWI.

Leave A Reply