KBKK Misi Mentawai (2) – Semangat Misioner Mengarungi Laut Mentawai

0

Hari Kedua

21 Januari 2018

Sioban

Tim KBKK baru tiba di Sioban dengan kapal Mentawai Fast

Pagi-pagi tim KBKK telah sampai ke pelabuhan. Dengan kapal Mentawai Fast, tim dibawa ke Pulau Sioban. Sampai di pulau, umat dari Paroki Sioban telah menanti, memberi tumpangan pada tim dengan sepeda motor menuju Pastoran Sioban. Di sana tim kemudian berjumpa dengan RD.Bernard Lie dan Mespin serta Rena, kedua Guru muda pemegang beasiswa KBKK-alumnus Universitas Sanata Dharma. Rena sendiri menjadi guru di SD Santo Yosef, Sioban. Sementara Mespin menjadi guru di SD Santo Petrus, Tuapejat.

Dari pelabuhan tim KBKK diantar umat menggunakan sepeda motor

Setelah makan siang, tim langsung memulai kegiatan. Tim medik bekerja di ruang rekreasi anak asrama. Dr. Irene Setiadi dan Dr. Nancy bekerjasama menangani pasien sebanyak 143 orang. Sementara itu perawat-perawat lokal ikut membantu ntuk mengukur tekanan darah dan melakukan pengecekan gula darah serta kolesterol bila dibutuhkan pasien.

Antrian pasien di luar ruangan pengobatan gratis

Dr. Nancy dan Dr. Irene Setiadi

Sementara itu tim animasi dipimpin oleh Sinta Soerio dan RD.Stefanus Si yang lebih akrab dipanggil Romo Sil, yang adalah Projo Keuskupan Weetebula Sumba. Animasi misioner berlangsung dalam dua sesi.

Romo Sil sedang membawakan animasi misioner untuk anak-anak

Ekspresi gembira anak-anak Sioban

Sesi pertama untuk anak-anak SD dan sesi kedua untuk OMK (Orang Muda Katolik). Kegiatan berlangsung meriah, peserta diajak bernyanyi, bermain dan juga diberikan pengajaran mengenai Alkitab. Donasi pun dibagikan di akhir acara.

Seorang anak sedang diberikan hadiah berupa alat tulis dari donatur KBKK

Menjelang pukul empat sore, tim beranjak ke pantai, di mana kapal yang akan membawa tim ke Tuapejat telah menunggu. Kapal kayu dengan dua mesin itu merupakan salah satu kapal sumbangan donatur KBKK pada tahun 2012. Kapal yang lainnya disumbangkan untuk Sikakap. Karena kondisi air laut yang surut, menyebabkan kapal tersebut kandas, tertanam di pasir. Dengan usaha bersama antara warga dan tim KBKK, mendorong dan mengguncang-guncangkan kapal agar bisa keluar dari pasir, akhirnya setelah beberapa lama kapal pun dapat melaut.

Para penduduk dan tim KBKK sedang berusaha mengeluarkan perahu yang tertanam di pasir

Baru saja berjalan sebentar, hujan mulai turun. Awan gelap menggantung di langit dan gelombang laut mulai besar. Kapal dihempas berulangkali oleh ombak besar, sementara hujan lebat dan air laut pun menghantam masuk ke kapal. Beberapa orang dari tim KBKK mulai muntah. Sebagian lagi mulai bernyanyi dan berdoa bersama. Anggota tim yang duduk di luar pun basah kuyup. Ada pun yang memakai panco (jas hujan) tidak bertahan lama, panco tersebut robek karena pukulan angin yang sangat kencang. Badai benar-benar mengguncang laut dan iman pada saat itu. Berada di lautan lepas, dalam sebuah kapal kayu kecil, terasa hidup begitu rapuh. Lautan mengamuk dengan begitu ganas, bila kapal terbalik, kesempatan untuk bertahan hidup pun rasanya kecil. Namun syukurlah pengemudi kapal adalah orang yang ahli mengendalikan laju kapal, sehingga kapal akhirnya bisa tiba dengan selamat di dermaga Tuapejat kurang lebih satu setengah jam kemudian.

Kegiatan Sharing Injil menutup kegiatan KBKK sepanjang hari

Meskipun tiba dalam keadaan basah dan beberapa mabuk laut, serta sedikit terguncang oleh perjalanan melewati badai, tim KBKK bersyukur atas penyertaan Allah, sang empunya bumi ini. Masih diberikan kesempatan untuk tetap hidup dan melayani sesama di pelosok. Malam hari seluruh tim KBKK berkumpul dan mengadakan sharing Injil. Dalam sharing ini sesama anggota saling berbagi. Kegiatan sharing Injil ini merupakan salah satu kegiatan utama yang memberi kekuatan pada tim melalui Sabda Allah

 Hari Ketiga

22 Januari 2018

Tuapejat

Tim KBKK berdoa bersama sebelum berpisah ke tiga lokasi berbeda

Hari ini tim KBKK bekerja secara paralel di tiga tempat terpisah.

Tim 1 bergerak ke Stasi Goisok Oinan untuk mengadakan pengobatan gratis. Di sana telah menanti dokter lokal: Dr.Osmon dan Dr.Tony untuk membantu menangani pasien yang berjumlah 52 orang. Menurut Dr.Nancy kesadaran akan kebersihan diri masih sangat kurang. Beberapa dusun memiliki akses rawa. Warga sering mandi di sana sehingga kesehatan kulit mereka buruk dan banyak ditemukan Impetigo, penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.

Anak yang terkena penyakit kulit

Dr.Nancy pun melaporkan: TBC yang merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia, banyak ditemukan di Mentawai dikarenakan kurangnya ventilasi pada kamar, sehingga sinar UV dari matahari tidak dapat masuk. Edukasi tentang rumah yang sehat sangat diperlukan. Kebanyakan penderita TBC belum mendapatkan layanan kesehatan dikarenakan sulitnya akses ke faskes terdekat, serta kendala biaya. Perlu diadakan screening TBC serta penanggulangannya. Juga banyak ditemukan warga yang mempunyai Pterigium pada mata, membuat mata merah, gatal dan bisa mengganggu penglihatan. Sebenarnya hal ini bisa dicegah dengan menggunakan topi/caping agar mata tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

Sinta Soerio dan tim KBKK sedang membawakan kegiatan

Tim 2 bergerak ke SMP St.Petrus untuk mengadakan animasi misioner bersama anak-anak SMP St.Petrus, SMP Cahaya Bangsa dan SMP Negeri 2 Sipora Utara. Tim dipimpin oleh Sinta Soerio yang juga merupakan pewarta dari Shekinah. Selama acara berlangsung sebagian anggota tim duduk di bagian belakang dan berdoa sepanjang acara sebagai pagar doa. Hal ini diyakini dapat membantu proses kegiatan berlangsung lancar dengan perlindungan Tuhan. Sementara beberapa anggota tim logistik ikut serta untuk mempersiapkan hadiah untuk dibagikan kepada anak-anak.

Dr. Irene Setiadi tengah memberikan pengarahan mengenai bahaya pernikahan dini

Tim 3 mengadakan kegiatan di gereja St.Petrus. Kegiatan diawali dengan ekaristi bersama OMK paroki Tuapejat. Ekaristi dipimpin langsung oleh Romo Sil. Kegiatan lalu dimulai oleh Dr.Irene Setiadi dengan pembinaan mengenai bahaya rokok, narkoba, free sex dan pornografi. Di Mentawai ada kecenderungan memprihatinkan, anak-anak remaja telah menikah di bawah umur.

OMK Tuapejat belajar mengenai Kitab Suci

Setelah itu dilanjutkan dengan animasi misioner oleh Romo Sil. Romo melakukan pengajaran menggunakan bacaan Kitab Suci. Kemudian Angel salah satu anggota KBKK generasi kedua memberikan kesaksian hidupnya “Dipanggil sebagai murid”. Lalu Aris sebagai anggota KBKK generasi ketiga dan juga putera daerah Mentawai mengisahkan mengenai karya yang telah dilakukannya bersama Pemuda Katolik Siberut Utara, sebagai ajakan bagi kaum muda untuk memiliki semangat melayani. Kegiatan ditutup dengan sharing Injil yang dibawakan oleh Dr.Irene Setiadi. Pada saat pembagian barang donasi berupa: Kitab Suci, brosur anti narkoba, rosario, kaos OMK dan alat tulis, Bapak Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet, S.E., M.M, sempat hadir dan menyalami para siswa serta berfoto dengan mereka.

Bapak Bupati Mentawai singgah melihat kegiatan tim KBKK dan menyapa OMK

Sore hari tim KBKK diundang untuk datang ke rumah Bapak Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet, S.E., M.M. Terjadi pembicaraan mengenai keinginan KBKK untuk terus mendukung pendidikan anak-anak Mentawai. KBKK bersedia memberikan pembinaan spiritualitas kepada anak-anak pemegang beasiswa dari Pemda Mentawai. Bapak Bupati menyambut baik niat ini. Beliau juga mengundang dengan tangan terbuka, bila ada yang ingin datang berinvestasi di kepulauan Mentawai.

Pertemuan tim KBKK di rumah dinas Bapak Bupati Mentawai

Malamnya tim mengikuti Ekaristi bersama umat di gereja St.Petrus. Hadir pula pada kesempatan itu Bapak Bupati Mentawai sekeluarga. Setelah misa, dr.Irene diberi waktu untuk menceritakan mengenai perjalanan misi KBKK. Juga sempat diputarkan video pendek 16 tahun KBKK. Umat pun diajak berdialog mengenai pendidikan anak-anak Mentawai. Beberapa umat menyatakan harapan mereka untuk ke depan KBKK masih dapat terus memberi dukungan beasiswa pada anak-anak mereka.

Acara kemudian dilanjutkan bersama dengan makan malam, di mana umat telah masing-masing membawa hidangan makan malam yang disajikan untuk bersama.

Demikianlah liputan perjalanan Misi Mentawai hari kedua dan ketiga. Tuhan Yesus memberkati

247 Total Views 1 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota Komisi Dokominfo KBKK Periode 2018-2023

Leave A Reply