KBKK Misi Mentawai (3) – Iman Teruji Melalui Badai Lautan

0

Hari Keempat

23 Januari 2018

Betumonga

Tim KBKK beserta panlok tiba di Betumonga

Pagi ini tim KBKK berangkat menuju Betumonga. Bersama Ibu-ibu dari WKRI Tuapejat, tim berangkat dengan dua kapal. Rute dari Tuapejat menuju Betumonga ini melewati Samudera Hindia. Kapal yang berukuran tidak terlalu besar, terhempas gelombang berulangkali. Mesin kapal pun sempat berkendala beberapa kali. Tetapi sekali lagi penyertaan Tuhan sungguh luar biasa. Dua kapal tiba dengan selamat di Betumonga, disambut oleh umat dan anak-anak yang masih berpakaian sekolah, yang telah menunggu dengan antusias.

Suasana pengobatan gratis di Betumonga

Menuju ke lokasi baksih, gereja lama yang tidak digunakan lagi, tim KBKK segera menyiapkan diri. Mengganti pakaian yang hampir seluruhnya basah dan mulai mengatur tempat untuk pengobatan gratis. Warga mulai berdatangan. Guru-guru muda misionaris yang juga merupakan anggota KBKK, langsung ikut ambil bagian melayani warga mulai dari pendaftaran hingga membantu menjadi penterjemah.

 

Seorang pasien sedang diperiksa Dr.Irene Setiadi

Waktu pengobatan dihentikan sejenak untuk makan siang. Tim dijamu dengan makanan lokal buatan umat. Berkumpul bersama di sebuah rumah, duduk beralaskan tikar, tim menikmati hidangan talas dan ikan segar. Setelah makan siang pengobatan dilanjutkan. Jumlah pasien yang datang 147 orang.

Anak-anak bersukacita dalam kegiatan

Tim bina iman anak lalu berangkat ke gereja yang ditempuh dengan waktu sekitar sepuluh menit dari lokasi baksih dengan berjalan kaki. Sesampai di gereja, kegiatan segera dimulai karena anak-anak telah menanti. Kegiatan dibawakan oleh Sinta Soerio dan Romo Sil yang mengajak anak-anak bermain dan menyanyi.

Romo Bernard ikut bergabung dalam kegiatan

Romo Bernard pun hadir, ikut mengambil bagian dalam memimpin anak-anak SEKAMI. Suara mereka begitu nyaring bergema dalam gereja. Dan mereka begitu antusias dan gembira sepanjang kegiatan. Di penutupan kegiatan, tim membagi-bagikan barang-barang donasi dari donatur berupa alat tulis, boneka dan kaos kaki.

Anak-anak duduk di lantai gereja

Barang donasi diangkut dan dibagikan kepada anak-anak Betumonga

Setelah itu acara dilanjutkan oleh dr.Irene Setiadi, seminar untuk anak-anak remaja dan OMK mengenai bahaya rokok. Namun karena kendala listrik padam, akhirnya video tidak dapat diputar. Seorang Bapak maju untuk memberikan kesaksian mengenai rokok. Pesan-pesan positif diberikan kepada anak-anak remaja agar peduli kesehatan dan menjauhi rokok.

Dr. Irene memberikan pengajaran mengenai bahaya rokok

Malamnya tim menghadiri Ekaristi bersama umat. Ada hal yang menyentuh terjadi di gereja yang sangat sederhana dengan bangku kayu seadanya dan jumlah terbatas. Anak-anak yang begitu antusias telah lebih dahulu datang dan menempati bangku-bangku yang ada. Mereka diajak bernyanyi oleh Romo Sil. Namun ketika satu persatu umat dewasa datang dan bangku tidak mencukupi lagi, Guru agama mengajak para anak-anak untuk duduk di lantai batu kasar, yang hanya dialasi selembar tripleks. Mereka duduk dengan tertib dan tetap bersemangat dalam menyanyi. Suara bening mereka yang kuat memenuhi ruang gereja yang sederhana itu. Setelah misa diadakan pembagian Kitab Suci untuk pengurus gereja dan sendal untuk seluruh umat yang datang.

Pembagian sendal donasi donatur KBKK

Malam harinya, tim pris bersama Romo Bernard tidur di gereja lama, tempat pengobatan tadi siang, Sementara tim wanita dikumpulkan untuk menginap di sebuah rumah umat. Di ruangan tengah yang cukup panjang, digelar tikar di atas lantai semen, untuk menampung tiga belas orang anggota tim. Untuk toilet tersedia di bagian belakang samping rumah. Toilet ini hanya ditutup dengan tenda biru yang dipasang seadanya menempel pada kayu yang merupakan dinding rumah. Ada lubang-lubang yang cukup mengkhawatirkan karena bisa terlihat dari lantai dua rumah sebelah, serta jalan di depan rumah. Namun bagaimana pun juga kondisi yang ada, peserta tim KBKK bersyukur atas penerimaan umat yang begitu baik, meskipun kondisi mereka tidak berlebih.

Hari Kelima

24 Januari 2018

Betumoga-Tuapejat

Berfoto bersama penduduk Betumonga

Hari ini tim terbagi dua. Pagi-pagi sebagian dari tim bersiap-siap untuk berangkat pulang ke Padang melalui Tuapejat. Sementara sebagian tim lagi masih tertahan di Betumonga karena kapal berikutnya yang akan membawa tim kedua ke Tuapejat juga tertahan oleh gelombang besar. Untuk mengisi waktu, tim berkumpul bersama umat, melakukan doa rosario bersama dan berbincang-bincang mengenai pelayanan misi KBKK.

Tim KBKK melakukan sharing Injil bersama sebelum tim berpisah

Tim sempat gelisah memikirkan nasib kapal pertama yang telah berangkat pagi itu, karena menurut kabar yang diperoleh umat, kapal pertama terpaksa menepi ke sebuah pulau, menunggu gelombang mereda. Sementara jadwal kapal Mentawai Fast di Tuapejat yang akan membawa tim pertama ke Padang akan berangkat pada pukul tiga sore hari itu. Bila mereka tiba terlambat di Tuapejat, maka tim tidak akan bisa pulang ke Jakarta pada hari berikutnya dan tiket pesawat bisa hangus tak terpakai. Tetapi tidak ada yang bisa dilakukan oleh tim kedua, selain berdoa dan berpasrah pada penyelenggaraan Tuhan. Sinyal pun begitu sulit didapatkan di Betumonga. Komunikasi dengan tim pertama terputus sama sekali.

Duduk di pinggir pantai menunggu kapal datang yang tidak tahu kapan datang

Pukul satu siang lebih, kapal kedua tiba dan siap membawa tim ke Tuapejat. Menerjang gelombang yang besar, kapal terus melaju. Gelombang yang datang dari kejauhan bahkan jauh lebih tinggi beberapa meter dari posisi kapal. Membuat kapal terangkat tinggi dan terhempas berkali-kali. Namun sekali lagi Tuhan menunjukkan kebesaran dan penyertaan-Nya, kapal berhasil tiba dengan selamat di dermaga Tuapejat. Dan kabar baik pertama yang diperoleh saat bersandar adalah tim pertama telah tiba dengan selamat dan sedang dalam perjalanan lanjutan ke Padang dengan kapal Mentawai Fast, yang ukuran kapalnya jauh lebih besar untuk melewati badai.

Tetap bersukacita walau menanti tanpa sinyal

Malam itu tim membereskan semua barang-barang logistik, karena esok pagi harus berangkat ke Muara Siberut, untuk melanjutkan misi. Sementara Romo Bernard pun masih sibuk di dapur, menyiapkan kue pisang untuk bekal tim esok pagi. Badai dan lelah tidak menyurutkan semangat Gembala senior itu untuk terus melayani.

Hari Keenam

25 Januari 2018

Siberut Selatan

 Siberut Selatan adalah pulau terbesar dan paling utara dari Kepulauan Mentawai, terletak 150 kilometer sebelah barat Sumatera, di Samudra Hindia.

Foto perpisahan dengan Mespin yang tidak ikut ke Siberut Selatan

Perjalanan kapal hari ini berbeda dengan sebelumnya, lautan sangat tenang. Tim diajak Romo Bernard untuk singgah di dusun Toloulaggo. Tim sempat berkunjung dan berdoa di gereja Katolik Santo Martinus dan ke gua Bunda Maria yang berbentuk rumah asli Mentawai.

Gua Maria Toloulaggo dengan rumah asli Mentawai

Di Siberut tim bermalam di susteran ALI (Ausiliarie Laiche Internazionali), bertemu dengan Suster Elsa yang merupakan misionaris yang telah berumur 93 tahun dan Suster Ana (70 tahun) yang masih aktif melayani di bidang kesehatan.

Romo Sil memimpin animasi misioner anak remaja

Setelah beristirahat sejenak, tim langsung memulai kegiatan di aula Paroki. Dua ratus lebih anak-anak remaja yang juga merupakan anak-anak asrama yang dikelola susteran telah menanti. Tim animasi misioner dibawakan secara bergantian oleh Romo Sil dan dr.Irene. Dalam kesempatan ini, dr.Irene kembali mengingatkan anak-anak remaja mengenai bahaya rokok. Dari pengakuan jujur ada beberapa anak yang mulai merokok pada saat duduk di bangku SD.

Dr.Irene sedang bertanya pada anak yang memberikan kesaksian merokok

Anak-anak diajak berdoa bersama

Setelah kegiatan animasi berakhir, diadakan pembagian Kitab Suci, kaos OMK, rosario dan alat-alat perlengkapan sekolah sumbangan dari donatur.

Pembagian sendal donasi donatur

Demikianlah liputan perjalanan Misi Mentawai hari keempat, kelima dan keenam. Tuhan Yesus memberkati

274 Total Views 2 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota Komisi Dokominfo KBKK Periode 2018-2023

Leave A Reply