KBKK Misi Mentawai (4) – Orang Muda Katolik, Generasi Penerus Gereja Dan Bangsa

0

Hari Ketujuh

26 Januari 2018

Siberut Selatan

Persiapan tim logistik KBKK di belakang layar

Masih berada di lokasi yang sama, kegiatan hari ini dimulai dengan misa pagi. Setelah itu kegiatan berpindah ke aula, di mana telah hadir kurang lebih lima ratus anak-anak SMA dan SMK Negeri. Kegiatan dibuka oleh Romo Sil dengan mengajak OMK bernyanyi dan bermain. Situasi menjadi hidup dan riuh.

OMK yang hadir kurang lebih 500 orang

Kemudian sesi dilanjutkan oleh Angel dengan memberikan kesaksian hidupnya terpanggil menjadi misionaris awam KBKK. Setelah itu Aris pun memberikan kesaksiannya selain menjadi guru, dirinya kini mengambil bagian dalam gerakan orang muda di Pemuda Katolik Siberut Utara. Juga mengenai karya Pemuda Katolik menyumbangkan rumah untuk lansia. Ini adalah sebuah ajakan bagi Orang Muda Katolik untuk mau ikut bergerak, memikirkan sesama di sekitar dengan semangat misioner, melayani dalam bentuk paling sederhana sekalipun.

Dr.Irene Setiadi mendoakan para OMK

Sesi berikutnya, dr.Irene memberikan informasi mengenai bahaya rokok dan mengajak OMK untuk berdoa bersama, agar dibantu rahmat Tuhan dalam usaha terbebas dari rokok. Romo Bernard hadir di tengah acara, pamit untuk kembali ke Tuapejat karena tugas yang lain telah menantinya.

Romo Bernard sempat menyapa OMK sebelum pamit pulang ke Tuapejat

Barang-barang yang akan dibagikan pada OMK

Siang harinya setelah makan siang, tim meluncur ke desa Maileppet untuk mengadakan pengobatan gratis. Warga yang datang berjumlah 137 orang. Ada yang unik dalam pengobatan kali ini, seorang Sikerei datang ikut berobat. Sikerei adalah orang tertentu yang terpanggil (bukan profesi) untuk menjadi semacam pengantara antara dunia orang hidup dan roh. Sekaligus dipercayai punya kemampuan menyembuhkan. Kondisi Mentawai di mana masih banyak lokasi yang minim fasilitas kesehatan yang memadai, membuat masyakarat mengandalkan Sikerei.

Sikerei yang datang berobat

Ada seorang Ibu tua yang datang dengan tulang tangan yang telah terpisah dari siku lengannya. Ibu ini bercerita bahwa tangannya tertimpa durian jatuh. Namun sayang sekali karena tidak pernah diobati, maka kondisi tersebut sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

Ibu yang tulang tangannya terpisah dari bonggol siku

Dalam kegiatan ini dr.Irene terpaksa menangani seluruh pasien sendiri, karena tidak ada tenaga dokter lokal yang hadir. Dengan sabar beliau menangani satu persatu pasien dan membagikan rosario, juga selendang pada setiap pasien. Yang agak memprihatikan menurut pengakuan seorang Ibu adalah kondisi masyarakat di sana rata-rata tidak memiliki mata pencaharian. Hanya mengandalkan hasil kebun sebagai makanan. Kondisi yang sama tim temui di Betumonga, hampir tidak terjadi peredaran uang di pulau tersebut.

Dr. Irene tetap sukacita melayani setiap pasien

Hari Kedelapan

27 Januari 2018

Siberut Selatan-Padang

Romo Sil pada hari terakhir tetap semangat menghidupkan kegiatan animasi anak remaja

Ini adalah hari terakhir pelayanan tim KBKK di Siberut Selatan. Seperti biasa kegiatan dimulai dengan Ekaristi bersama anak-anak SMP Negeri yang akan diajak dalam kegiatan animasi misioner hari ini. Anak-anak ini datang dari tempat yang cukup jauh dengan berjalan kaki. Selesai misa, dengan mengenakan seragam KBKK, Romo Sil membuka kegiatan dengan mengajak anak-anak bernyanyi dan bermain, sehingga suasana menjadi cair. Romo Sil adalah seorang Projo dari Keuskupan Weetebula yang tengah bertugas di Puspas Anakalang sekaligus menjadi Ketua Komisi Kitab Suci. Di tahun 2018 ini, Romo Sil akan berfokus dalam pembinaan OMK, karena itulah beliau bergabung bersama dengan KBKK untuk mendapatkan pengalaman baru bagaimana bentuk kegiatan KBKK bersama OMK daerah.

Dr. Irene tengah menyemangati anak-anak SMP Negeri

Kegiatan pun dilanjutkan oleh Angel, dengan memberikan kesaksian hidup akan penyertaan Tuhan dalam masa kecil yang sulit. Kesaksian akan hadirnya Tuhan dalam hidup, juga merupakan bentuk pewartaan. Setelah itu Aris berkisah mengenai perjalanan hidupnya dari seorang anak remaja yang berasal dari keluarga ekonomi lemah, yang kemudian mendapat berkat dari Tuhan berupa beasiswa KBKK. Dia menyatakan rasa syukurnya atas rahmat Tuhan untuk memberinya sebuah keluarga lain, yaitu: KBKK. Dan semangat misioner pun menyala di dalam dirinya, membuatnya mau bergabung pada Pemuda Katolik dan melakukan karya nyata bagi sesama yang membutuhkan

Aris tengah memberikan motivasi pada adik-adik Mentawai

Dr. Irene menutup kegiatan dengan mendoakan seluruh anak yang hadir agar mendapatkan berkat dari Tuhan untuk dapat berhasil dalam studi dan menjadi penerus bangsa yang membangun Mentawai. Tak lupa barang-barang donasi yang ada dibagikan kepada anak-anak sebelum tim meninggalkan tempat itu. Pukul dua siang tim telah berada di dermaga dan berangkat kembali ke Padang.

Hari Kesembilan

28 Januari 2018

Padang-Jakarta

Setelah satu malam lagi menginap di Padang, tim pun bertolak ke Jakarta. Selesai sudah misi Mentawai. Puji syukur kami ucapkan kepada Allah, si pemilik misi, sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan seluruh peserta diberikan kekuatan fisik serta penyertaan dalam perjalanan, melewati badai. Terima kasih kami ucapkan kepada RD. Bernard Lie, atas koordinasinya ke lokasi pelayanan misi Mentawai. Juga untuk mengijinkan tim menginap di Pastoran Tuapejat serta pelayanannya turun tangan sendiri menyiapkan makanan bagi tim di Tuapejat. Semoga Tuhan membalas segala kebaikan hati Gembala yang rendah hati ini.

Terima kasih juga untuk para donatur, baik yang telah menyumbangkan dana, barang maupun jasa. Karena persembahan para donaturlah, kami bisa membawa cinta yang dibagikan pada umat dan anak-anak Mentawai. Tak lupa terima kasih kepada seluruh panitia lokal, tim KBKK misi Mentawai, baik yang berjalan maupun yang duduk bekerja di belakang layar. Tuhan sungguh telah memilih pekerja-pekerja-Nya yang memiliki hati dan semangat misioner. Mohon maaf sebesar-besarnya untuk segala kekurangan dalam koordinasi, perencanaan maupun dalam pelaksanaan misi Mentawai.

Bila ada kesalahan dalam penulisan baik berita, nama dan lokasi, mohon maaf sebesar-besarnya. Tuhan Yesus memberkati. Mari pergi, kita diutus.

Salam misioner

237 Total Views 3 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota KBKK dari Paroki Matias Rasul, Duri Kosambi, Jakarta Barat; ikut bermisi ke Keuskupan Weetebula -Sumba dalam rangka Pekan Misi Nasional KKI-KWI.

Leave A Reply