Misa Pengutusan Misi Palangka Raya – Ketapang di Kapel St.Maria & Temu Bulanan KBK

0

INFO KBKK

18 Maret 2018
Misa Pengutusan Misi Palangka Raya – Ketapang di Kapel St.Maria & Temu Bulanan KBKK

 

Pengurus dan anggota KBKK di kapel St. Maria

Misa yang diadakan pagi ini di kapel St. Maria, dibawakan oleh RP. Yosef, SDB. Misa ini dihadiri oleh biarawati-biarawati OSU, umat sekitar dan anggota KBKK, yang seperti biasa hadir dalam seragam misionernya. Pesan Romo Yosef, SDB dalam homilinya pada misa pagi ini: Salib adalah tanda pemberian diri. Semakin kita harus menyadari sebagai orang Katolik, kita mau mengikuti Yesus dengan mengalahkan diri sendiri dan hidup sesuai dengan segala yang diperintahkan Tuhan dalam Kitab Suci. Sama seperti Yesus taat sepenuhnya pada Bapa dan memberikan nyawa-Nya di atas kayu salib demi penebusan kepada manusia, kita pun dapat memikul salib kita sebagai tanda pemberian diri kita kepada Tuhan.

dr. Irene berkisah mengenai perjalanan KBKK

Di akhir misa, dr. Irene selaku pembina KBKK diberi kesempatan untuk menjelaskan mengenai karya misi KBKK kepada umat yang hadir. dr. Irene juga mengingatkan ajakan perutusan dari Tuhan sendiri kepada kita semua yang telah dibaptis.

Pemberian berkat pengutusan di akhir misa

Setelah selesai misa dan berkat pengutusan, anggota KBKK berkumpul di ruang kelas SD St. Maria, makan pagi bersama dan berkoordinasi untuk persiapan misi Palangka Raya-Ketapang. Ada tiga anggota yang baru kali ini ikut bermisi, di antara delapan orang jumlah peserta misi.

dr. Irene Setiadi selaku pembina KBKK,   memberikan pengarahan dalam bermisi

Dr.Irene Setiadi selaku pembina KBKK, menjelaskan kepada anggota baru, sekaligus mengingatkan kembali pada seluruh anggota lama, mengenai tiga motto KBKK, yang merupakan pegangan KBKK dalam bermisi selama ini:

  1. Kasih mengalahkan, kasih melakukan dan kasih mempersatukan segalanya
    Bergerak sebagai seorang misionaris awam, dengan landasan kasih, kita mengalahkan diri sendiri (ego), melakukan pelayanan kepada sesama dengan kasih serta karena kasih itu pula lah kita bersatu dalam kelompok, tidak terpecah-belah.
  2. Ya, gak masalah
    Bila ada perbedaan pendapat ataupun kondisi yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kita berusaha melihat semuanya itu bukan sebagai masalah. Menerima perbedaan yang ada dan kondisi yang ada, tetap berjalan dengan kasih.
  3. Hadapi dengan senyum
    Segala yang terjadi, apapun itu, berusaha dihadapi dengan senyum.

Sr. Korina OSU yang juga merupakan mitra KBKK, memberikan pesan dan kesan

Sr.Korina, OSU yang ikut hadir sempat berbicara mengenai KBKK:

 

Hanya KBKK yg melibatkan kaum religius. Panggilan berkurang tapi justru awam bergerak untuk mewartakan kabar keselamatan dalam berbagai bentuk dan ragam. Membangun bangsa, gereja dan dunia. Semoga KBKK tetap hidup. Baik bahwa saat ini ada banyak orang muda yg bergabung, dengan lebih energik.

Sr. Marianne, KFS merupakan biarawati senior mitra KBKK

Sr.Marianne, KFS, seorang biarawati yang setia menjadi mitra KBKK sejak mulai KBKK berdiri, menutup pertemuan hari ini dengan doa.

 

Sekian dan terima kasih.

Salam misioner,
-Angel-
Komisi Dokominfo
www.kbkkindonesia.org

144 Total Views 1 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota Komisi Dokominfo KBKK Periode 2018-2023

Leave A Reply