Misi Allah: (Rumah) Sekolah Bagi Anak-anak Weerita, Tuntas Sudah.

0

Sejarah berdirinya SDK Weerita, Sumba 

  • Awal bulan Juli tahun pelajaran 2011-2012, seorang Guru bernama Ibu Felisitas Lingku dengan menggunakan gedung gereja Stasi Weerita sebagai ruang belajar bagi 58 murid memulai kegiatan belajar mengajar. Inisiatif ini muncul karena sekolah terdekat berjarak 7-8 km dari tempat anak-anak tersebut tinggal. Hal ini menyebabkan banyak anak yang tidak bersekolah.

Gereja Stasi Weerita yang awalnya dipakai untuk kegiatan belajar mengajar (tampak luar). Foto: 2016

  • Pada tahun pelajaran 2012-2013, terbentuk kelas 1 dan kelas 2 dengan jumlah siswa 58 orang dan mendapat tambahan satu orang guru lagi, yaitu: Ibu Albina (anak Bapak Toda Merri), yang hanya bertahan mengajar satu tahun saja. Kegiatan belajar mengajar masih menggunakan gedung gereja Stasi Weerita.

Gereja Stasi Weerita (tampak dalam). Foto: 2016

  • Pada tahun pelajaran 2013-2014, bertambah satu kelas lagi, yaitu kelas 3. Guru yang bertugas ada dua orang saja, yaitu: Ibu Felisitas Lingku dan Bapak Remigius Walu Watu, S.Pd. Pada tahun 2013 juga terjadi kerusuhan akibat politik, sehingga untuk jangka waktu satu tahun pelajaran proses kegiatan belajar mengajar tidak berjalan.
  • Pada tahun pelajaran2014-2015, ada penambahan satu orang guru lagi: Ibu Selviana Ledu Ate, S.Pd.
  • Pada Awal Juli tahun pelajaran 2015-2016 jumlah siswa bertambah menjadi 84 anak yang terbagi dalam 4 kelas (kelas 1-4). Guru yang bertugas ada empat orang, yaitu: Ibu Felisitas Lingku; Y.L.Dairo,S.Ag; T.Jona,S.Pd; Selviana L.Ate,S.Pd). Kegiatan belajar mengajar masih dilakukan di gedung gereja.
  • Pada bulan yang sama, orangtua murid mengundang ketua Yapnusda (Yayasan Nusa Cendana) dan Kepala Sekolah SDK Weekombaka II, Asterius Sairo Ngongo untuk merencanakan pembangunan gedung semi permanen (4 ruang kelas). Tepat pada tanggal 17 Agustus 2015, gedung semi permanen itu berhasil dibangun.

Ruang kelas lama SDK Weerita (tampak luar). Foto: 2016

  • Pada tahun pelajaran 2016-2017, siswa kelas 1 sampai dengan kelas 5 sudah berjumlah 114 orang. Total siswa kelas 5 berjumlah 22 orang. Guru yang bertugas ada lima orang, yaitu: Y.L.Dairo,S.Ag; Rudi; Lita; Sela; Antonius Malo Kadi,S.Pd.

Ruang kelas lama SDK Weerita (tampak dalam). Foto: 2016

  • Pada Oktober 2016, dalam rangka Pekan Misi Nasional KKM-KWI, KBKK (Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan) bermisi ke Sumba dan sempat mengadakan kunjungan ke lokasi SDK Weerita. Kedatangan KBKK atas undangan dari RD. Benyamin Leti Galli, yang merupakan Pastor rekan dari Paroki Hati Kudus Yesus. Setelah bertemu Ketua Yapnusda (RD.Marselinus P. Lamunde), Pastor Paroki Hati Kudus Yesus (RD.Romanus Dandus) serta berbincang-bincang dengan orangtua murid dan melihat sendiri kondisi ruang kelas yang tidak layak bagi anak-anak SDK Weerita, tim KBKK pulang ke Jakarta dan mulai mencari donasi untuk membantu pembangunan gedung baru SDK Weerita.

Baca: http://www.kbkkindonesia.org/2016/11/14/pekan-misi-sumba-2016-kbkk-dalam-misi-serial-3/

Kunjungan KBKK 2016, menemui RD. Benyamin Letti Galli, sebagai Romo yang menghubungi KBKK. Foto: 2016

  • Pada bulan April 2017, PIC Proyek Pembangunan SDK Weerita, Bapak Gunawan Petrus (Ketua Komisi Karya Misioner KBKK periode 2018-2023) turun ke lokasi pembangunan untuk berkoordinasi langsung dengan tim lokal yang melaksanakan pembangunan. Pada tanggal 13 Mei 2017 diadakan peletakan batu pertama gedung permanen SDK Weerita.

Awal pembangunan gedung berisi empat kelas (swadaya orangtua murid)

  • Pada tanggal 30 Mei 2018, akhirnya gedung sekolah SDK Weerita yang merupakan swadaya orangtua murid dan bantuan donatur KBKK telah resmi berdiri dan diserahkan secara resmi oleh KBKK kepada Yayasan Yapnusda. Saat ini jumlah siswa SDK Paralel Weerita: kelas 1 (32), kelas 2 (22), kelas 3 (33), kelas 4 (32), kelas 5 (18), kelas 6 (22). Total siswa 159 orang dan tahun ini merupakan angkatan pertama Weerita akan lulus 22 orang anak. Jumlah guru saat ini terdiri dari 5 guru laki-laki dan 3 guru perempuan.

Gedung (rumah) sekolah SDK Weerita yang merupakan kerjasama (swadaya orangtua murid) dan dana donatur KBKK

Peresmian SDK Weerita, 30 Mei 2018

Acara peresmian (rumah) sekolah SDK Weerita dilakukan bersamaan dengan perarakan patung Bunda Maria ke Stasi Weerita. Dimulai dengan tari-tarian menghantar patung ke sekolah dan dilanjutkan dengan ekaristi serta pemberkatan gedung sekolah. Misa konselebrasi ini dibawakan oleh: RD.Romanus Dandus, RD. Marselinus P. Lamunde, RD.Benyamin Leti Galli, RD. Tiburtius Mari. Setelah itu acara dilanjutkan dengan peresmian SDK Weerita, mengundang beberapa tokoh untuk menyampaikan laporan, pesan dan kesan. Ada kisah-kisah mengharukan yang meneteskan airmata saat diceritakan bagaimana awalnya niat membangun sekolah ini karena memikirkan nasib anak-anak mereka untuk bisa mengenyam bangku pendidikan. Perjuangan seorang “Nenek Lato” dari gunung ke gunung hanya untuk meminta bantuan selembar dua lembar seng awalnya untuk bangunan semi permanen. Sangat disayangkan saat acara peresmian, Nenek Lato tidak dapat hadir karena sedang sakit.

Misa Konselebrasi oleh empat orang Imam Diosesan

Dalam pidato singkatnya, Bapak Andreas selaku Ketua pembangunan SDK Weerita dan juga orangtua murid berkata dengan lantang dan berapi-api: “Saya tidak pernah sekolah, karena itu anak-anak kami butuh sekolah…” Diakui oleh RD. Benyamin Letti Gali bahwa Bapak Andreas ini buta huruf, namun terpilih menjadi Pembina Umat karena kemampuannya untuk memimpin dan mempengaruhi umat secara positif. Bapak Andreas juga menekankan kepada seluruh yang hadir agar menjaga kebersihan dan gedung sekolah yang telah dibangun dengan proses yang panjang.

Pemberkatan (rumah) sekolah SDK Weerita

RD. Romanus Dandus sendiri menyampaikan limpah terima kasih bagi para sahabat misioner KBKK yang telah bermurah hati, beliau mengatakan tak pernah membayangkan di Weerita akan berdiri sebuah gedung sekolah yang begitu mewah. Apresiasi juga diberikan kepada RD. Benyamin Leti Gali atas perjuangannya yang sangat bertanggungjawab sehingga proses pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan berhasil. Romo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga umat, para orangtua murid dan para tukang yang telah memberi sumbangan tenaga dan dukungan.

RD. Marselinus P. Lamunde (Ketua Yayasan Nusa Cendana)

RD. Marselinus P. Lamunde menginformasikan bahwa SDK Weerita adalah sekolah ke-60 di bawah Yayasan Yapnusda. Romo mengambil perkataan Bapak Andreas bahwa semua ini terjadi karena Tuhan Allah. Romo juga menyampaikan salam kepada semua donatur KBKK. Tak lupa Romo mengingatkan para umat bahwa setiap orang Katolik wajib menyekolahkan anak-anaknya di sekolah Katolik yang ada. Hal ini dilakukan agar iman Katolik dalam diri anak-anak sejak dari kecil dapat ditanamkan dan ditumbuhkan.

Serah terima Gedung sekolah SDK Weerita dari KBKK kepada Yapnusda

KBKK pada saat peresmian tersebut diwakili oleh Angel, selaku Ketua KBKK, menyampaikan syukur atas begitu besarnya cinta Allah kepada anak-anak Weerita, sehingga donatur bermurah hati memberikan dana pembangunan yang dibutuhkan. Bukan hanya untuk gedung sekolah tetapi juga untuk bangku dan meja sekolah yang mengisi dua ruang kelas (kelas 5 dan 6), serta meja dan kursi untuk para Guru. Angel juga mendoakan anak-anak agar suatu hari kelak dari sekolah yang diberkati Tuhan ini dapat lahir pemimpin-pemimpin daerah dan bangsa, yang dapat membangun tanah Sumba dari dalam.

Kepala Sekolah, Romo Paroki Hati Kudus Yesus, Romo rekan, Ketua Yapnusda (kiri ke kanan)

RD. Benyamin Leti Galli kemudian menutup acara dengan doa makan. Setelah makan siang bersama seluruh umat yang hadir, acara pun berakhir.

Ruang kelas baru SDK Weerita yang nyaman dengan bangku-bangku baru hasil produksi bengkel Salesian Don Bosco

Untuk semua sahabat misioner KBKK yang telah mewujudkan proses pembangunan SDK Weerita ini hingga dapat berhasil, KBKK mengucapkan limpah terima kasih, khususnya kepada:

  1. RD. Benyamin Leti Galli dan Fransisca Tanoto (Sekum KBKK) sebagai para inisiator proses kerjasama proyek pembangunan ini.
  2. PIC Proyek Pembangunan: Bapak Gunawan Petrus.
  3. Tim Misi Sumba 2016: dr. Irene Setiadi, dr. Lukas Jusuf, dr. Haris Mutiara, Veronica Utari, Lulu Angkasa, Yong Basuki, Clementian Sian Basuki, Angel Li, Felisia Veridiana, Cathy Dere, Frieda Kontutodjeng, Andreas Kentjana, dan Djuli Puspa.
  4. Donatur SDK Weerita: Hermawan Hosein, A. Sandjaya, Claudia Chrysanti, Maiyanti, Imam Tjahjono, Yustinus Heru Budi, Hasan Haris, Yohana Cathy Dere, Fransisca Iskandar, Katharina, Jap Lay Thang, Anthony.
  5. Para orangtua murid dan panitia lokal pembangunan SDK Weerita.
  6. Seluruh sahabat misioner yang telah ikut mendukung dalam doa.

Semoga Tuhan terus melimpahkan rahmat, kasih karunia kepada kita semua agar dapat menjadi tangan dan kaki-Nya untuk melaksanakan misiNya di dunia ini.

Tuhan memberkati setiap niat baik.

Salam misioner,

Angel

104 Total Views 3 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota KBKK dari Paroki Matias Rasul, Duri Kosambi, Jakarta Barat; ikut bermisi ke Keuskupan Weetebula -Sumba dalam rangka Pekan Misi Nasional KKI-KWI.

Leave A Reply