KBKK Segera Luncurkan Kursus Misiologi

0

Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) bersama Komisi Karya Misioner Konferensi Waligereja Indonesia (KKM-KWI) serta Komisi Karya Misioner Keuskupan Agung Jakarta (KKM-KAJ) membuka Kursus Misiologi, bertempat di STF Driyarkara, Jakarta. Yang rencananya berlangsung selama kurang lebih 3 bulan dimulai pada tanggal 18 Juli 2018 hingga 10 Oktober 2018.

Selama 3 bulan peserta kursus akan dibekali beberapa materi antara lain:

  1. Pengantar: istilah-istilah dan persoalan-persoalan seputar misi.
  2. Misi dalam Perjanjian Lama
  3. Misi dalam Perjanjian Baru
  4. Model-model misi dalam Milenium pertama
  5. Model-model misi dalam Abad pertengahan.
  6. Model-model misi dalam Abad Modern
  7. Misi dalam dokumen-dokumen gereja
  8. Misi dan budaya
  9. Misi dab Gerakan Ekumenisme dan Dialog antar agama
  10. Misi dan Kemiskinan dan Lingkungan
  11. Spritualitas Misi

Adapun para pengampu dalam kursus ini antara lain:

  • Markus Nur Widipranoto
  • Fransiskus Sule, CICM
  • Carolus Putranto Tri Hidayat
  • Yohanes Radityo Wisnu Wicaksono
  • Josep Susanto
  • Eddy Kristyanto, OFM
  • Vitus Rubianto, SX

Kursus Misiologi ini terbuka bagi siapa saja khususnya awam yang ingin memperdalam tentang panggilan misiologi gereja. Tentu saja mereka yang beragama Katolik, dan minimal lulusan SMA.

Dr. Irene selaku pendiri KBKK mengajak semua awam misioner khususnya yang berada di kota besar untuk mau terlibat dalam kegiatan misi gereja.

“Mari Berbagi kasih, berjalan berkeliling sambil berbuat baik, berjumpa dengan mereka untuk menjadikan mereka saudara-saudari. Terlebih mereka yang mengalami penderitaan akibat bencana alam, bencana kemanusiaan juga mereka yang tinggal di tempat yang terpencil dan tertinggal dari berbagai aspek baik pendidikan, kesehatan.”ajak dr Irene.

Bagi anda yang berminat untuk bergabung dalam kursus ini silahkan menghubungi di nomor berikut ini: Sisca Tanoto: 0859 3961 7082 atau Melissa: 0815 1375 0148

 

Kursus Misiologi lahir dari kerinduan

Kursus Misiologi ini berawal dari kerinduan pendiri KBKK, dr Irene Setiadi, yang sejak lama melakukan perjalanan misi kemanusiaan ke daerah-daerah bersama tim KBKK. Dari tiap misi yang ia jalani, Irene meyakini bahwa inilah yang Tuhan kehendaki, yaitu keterlibatan awam pada misioner gereja.

Tak berhenti disitu, Irene merasa pendidikan atau kursus misiologi ini sangat penting untuk membuka wawasan para awam misioner khususnya mereka yang tinggal di kota besar, yang secara financial, pengetahuan, dan sumber daya manusia berlimpah. “Namun hal ini amat terabaikan.”ujarnya.

Sebagai murid Kristus, hendaknya kita juga berbuat seperti yang diperbuat oleh Yesus. Yesus yang pergi, berkeliling untuk membagikan kasih, dan menyembuhkan orang sakit dan menderita.

“Berbagi kasih, berjalan berkeliling sambil berbuat baik, berjumpa dengan mereka untuk menjadikan mereka saudara-saudari. Terlebih mereka yang mengalami penderitaan akibat bencana alam, bencana kemanusiaan juga mereka yang tinggal di tempat yang terpencil dan tertinggal dari berbagai aspek baik pendidikan, kesehatan.”

Alasan kedua yang menggugah istri dr Lukas ini ialah kata-kata penutup misa ‘Pergilah kamu diutus’.

“Sebuah rangkaian kata-kata yang tidak sunguh dipahami oleh kebayakan orang termasuk saya, pada saat itu” kenangnya.

Ketidakpahaman awam tentang kata-kata ini, menurut Irene menyebabkan banyak orang terpangkap pada pemikiran masing-masing. “Setiap orang punya pemahaman sendiri ketika memang kaum awan yang tidak cukup dibekali dengan pengetahuan iman”lanjutnya.

Oleh karena itu, Irene mengungkapkan perlu ada satu pemahaman yang sama. Dan itu bisa diperoleh melalui pengajaran, pendidikan atau kursus.

“Pengetahuan iman didapat dari kitab suci, magisterium ajaran gereja, dan tradisi.Pemahaman tentang latar belakang tradisi gereja tentu juga tidak secara alamiah diketahui. Untuk mengetahui dibutuhkan pengajaran” ungkapnya.

 

247 Total Views 2 Views Today
Share.

About Author

Retno Wulandari

Praktisi di bidang Public Relation

Leave A Reply