Ite Missa Est, Mari Memahami Tugas Perutusan Melalui Kursus Misiologi

0

Ite Missa Est, misa telah selesai, pergilah kamu diutus. Kata-kata itu setiap kali disampaikan oleh setiap Imam pada akhir misa. Tetapi kata-kata itu juga sekaligus merupakan merupakan suatu rangkaian kata yang tidak sungguh dipahami oleh kebanyakan orang, termasuk saya pada awalnya. Misa selesai, pergi. Apa makna kata pergi? Hal ini menyebabkan banyak orang terperangkap pada pemikiran masing-masing. Setiap orang punya pemahamannya sendiri. Dan itu terjadi karena kaum awam tidak cukup dibekali dengan pengetahuan. Pengetahuan sebagai sumber iman bisa didapatkan dari Kitab Suci dan dari Magisterium ajaran Gereja. Selain tentunya dari tradisi Gereja Katolik. Tetapi kita ini orang awam, orang Indonesia, sementara tradisi yang ada di Kitab Suci adalah tradisi Yahudi. Pemahaman tentang latar belakang sesuai kondisi negara kita tentu tidak secara spontan atau alamiah bisa kita ketahui. Untuk itu memang dibutuhkan pengajaran/penjelasan apa arti: Pergilah, kamu diutus…

Logo Kursus Misiologi: siluet perempuan (sesuai kutipan Paus dari Gaudette Et Exsultate) memegang lilin (tanda terang), berjalan menembus dunia yang gelap (lingkaran hitam). Lima warna misioner (merah, kuning, hijau, putih dan biru) melengkapi logo. St.Teresa dari Kalkuta dipilih sebagai teladan misi. Terang dan garam dunia, menjadi motto kursus misi.

Setelah saya menjalani masa pendidikan di KPKS (Kursus Pendidikan Kitab Suci) di St. Paulus, saya menemukan di Injil Yohanes ada tertulis: … Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap… (Yoh 15:16) Ada ajakan pergi untuk berbuah. Saya memahaminya bahwa sebagai murid Kristus memang Tuhan menghendaki agar setiap orang yang mengikuti Kristus ikut meneladani apa yang Kristus lakukan. Apa yang Yesus lakukan sebagai Guru? Dia menjelajah dari desa ke desa untuk berjumpa dengan mereka, terutama mereka yang hidup terlantar, miskin, menderita, sakit, dipenjara, terlunta-lunta bagaikan orang asing yang tak punya rumah. Hal tersebut juga terungkap di dalam Injil Matius pasal 25, yaitu Yesus menyamakan diriNya dengan mereka yang lapar, haus, telanjang, tak punya rumah, sakit dan dipenjara. Dalam ajaran Gereja, baik itu dari Evangelii Nuntiandi, Redemptoris Missio ataupun Gaudium Et Spes dari Konsili Vatikan kedua, kita dapat menemukan panggilan untuk berjalan, berjumpa dengan mereka yang hidup di tapal batas. Hal ini akan dapat kita pahami dengan baik ketika kita mulai mendalami ajaran-ajaran Gereja dan juga tafsir Kitab Suci. Oleh karenanya kerinduan untuk diadakannya Kursus Misiologi berasal dari panggilan tersebut.

Flyer Kursus Misiologi dengan kata pengantar dari Mgr.Ignatius Suharyo (Uskup Agung Jakarta) dan keterangan tema-tema pengajaran.

Saya pribadi memiliki kerinduan/dorongan agar semakin banyak orang terlibat dalam kegiatan misioner Gereja, yaitu: berbagi kasih, berjalan berkeliling, sambil berbuat baik, berjumpa dengan sesama untuk menjadikan mereka saudara dan saudari kita. Terlebih kepada mereka yang mengalami penderitaan karena bencana alam, bencana kemanusiaan ataupun juga mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil, terisolir dan tertinggal dari berbagai aspek, baik di bidang kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Bahkan di beberapa daerah ada saudara-saudari kita yang juga tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti Ekaristi. Kerinduan dan dorongan ini semakin kuat terasa agar dapat diadakan sebuah Kursus Misiologi supaya wawasan kaum awam terutama yang ada di kota besar yang hidupnya “berkelimpahan” bukan hanya dari segi finansial tetapi juga dari segi pengetahuan, mau ikut peduli kepada sesama dan berbagi.

Flyer berisi keterangan Kursus dan Pendaftaran

Mari sahabat misioner, bergabung dalam Kursus Misiologi, yang pertama kalinya diadakan di Jakarta pada tanggal 18 Juli 2018. Ambil kesempatan ini untuk lebih memahami panggilan tugas perutusan yang diberikan Tuhan kepada kita. Mari pergi, kita diutus.

Untuk Pendaftaran, hubungi: 

Sisca Tanoto: 0859-3961-7082

Melissa: 0815-1375-0148

 

Salam misioner,

Dr. Irene Setiadi

Pembina KBKK/Tim Kursus Misiologi

 

336 Total Views 1 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota Komisi Dokominfo KBKK Periode 2018-2023

Leave A Reply