Membangkitkan Harapan: Tugas Perutusan Misioner

0

22 Juli 2018

Temu Bulanan KBKK

Membangkitkan Harapan: Tugas Perutusan Misioner

Temu Bulanan kali ini dimulai dengan pengajaran oleh RD. Carolus Putranto Tri Hidayat (Romo Uut), yang juga merupakan salah seorang Pembimbing Rohani KBKK.

Romo Uut yang membawakan pengajaran dengan interaktif,  mengambil Paus Fransiskus sebagai model-peran seorang misionaris yang keberadaannya dengan segera diterima oleh berbagai kalangan bahkan oleh orang-orang kaum kiri.

Romo Uut sedang memberikan pengajaran kepada para anggota KBKK yang hadir

Diputarkan beberapa video mengenai aktivitas Paus Fransiskus, bagaimana beliau begitu dekat dengan umat dalam keseharian. Ada sebuah video tentang seorang anak yang bertanya pada Paus: apakah ayahnya yang baru-baru meninggal bisa masuk surga? Ayah anak ini atheis namun telah membaptis 4 orang anaknya dan diakui sebagai “Ayah yang baik” oleh anak tersebut. Dalam kesempatan tersebut Paus Fransiskus tidak menjawab tetapi bertanya kepada yang hadir, apakah Tuhan akan membiarkan seseorang yang telah menjadi “Ayah yang baik” jauh dari-Nya?

Anggota KBKK yang hadir diajak Romo Uut untuk melihat bagaimana kerendahan hati Paus Fransiskus tampak dari kata sambutan awalnya saat diangkat menjadi seorang Paus, beliau menyebut dirinya sebagai seorang Uskup Roma. Paus Fransiskus juga dalam penampilan perdananya itu telah mengungkapkan isi hatinya mengenai ajakan evangelisasi. Evangelisasi dihayati benar oleh Paus Fransiskus dalam hidup, bagaimana beliau selalu memberi sapaan hangat kepada sesama dalam kehidupan keseharian. Dalam sikap dan tindakan yang Paus ambil, dapat kita temukan kesederhanaan dan pelayanannya yang sungguh-sungguh mengikuti jejak sang Guru, Yesus Kristus. Pada pertemuan pertamanya di depan umat Vatican, beliau memohon didoakan umat sebelum memberikan berkatnya pada umat. Sampai saat ini Paus juga memilih tinggal di apartemen yang merupakan tempat singgah para Uskup dan Imam (bukan di istana kepausan) dan pada setiap Kamis Putih beliau mencuci kaki orang-orang biasa bahkan narapidana dan perempuan muslim yang pernah melakukan aborsi.

Romo Uut sedang mempersiapkan ekaristi

Anggota KBKK diajak untuk memanfaatkan talenta dan segala berkat Tuhan dalam hidup untuk melayani orang-orang yang ditemui. Bukan terutama dengan segala pemberian materi, atau melihat pelayanan sebagai karir, namun dengan bagaimana menyapa dan membangkitkan harapan bagi sesama yang tersingkir dan terlupakan.

Temu bulanan kemudian ditutup dengan perayaan Ekaristi.

Berfoto bersama seusai misa

Temu bulanan KBKK diadakan rutin setiap bulan dalam tujuan untuk mempererat persaudaraan para anggota KBKK, juga untuk memberikan makanan spiritual agar api misi selalu berkobar dalam setiap pribadi dengan pengajaran dari Imam-iman, serta tak lupa penyatuan dengan pribadi Tuhan Yesus sendiri dalam ekaristi. Semoga dengan kegiatan positif dan bermakna ini, para anggota semakin diteguhkan dalam langkah pelayanan kepada Tuhan melalui sesama.

Temu bulanan berikutnya akan jatuh pada hari Minggu, 26 Agustus 2018 dengan pengajar RD. Markus Nur Widipranoto (Direktur Karya Kepausan Indonesia – Sekretaris Eksekutif Komisi Karya Misioner KWI), beliau juga merupakan Pembimbing rohani KBKK (Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan).

Salam misioner,

Sisca Tanoto

Sekretariat KBKK

103 Total Views 3 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota Komisi Dokominfo KBKK Periode 2018-2023

Leave A Reply