Pekan Misi Nasional III – KBKK Turut Bermisi Ke Makassar (1)

0

Sahabat misioner,

Dalam rangka Pekan Misi Nasional III, KKM – KWI (Komisi Karya Misioner – Konferensi WaliGereja Indonesia) kali ini memilih tempat perayaan di Keuskupan Agung Makassar (KAMS). Dengan semangat misioner 2D2K (Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian) Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan ikut mengambil bagian dengan mengadakan bakti kasih di Tana Toraja, Makassar mulai tanggal 16-21 Oktober 2018. Bakti kasih yang diadakan kali ini berupa kegiatan: pengobatan gratis, bina iman anak, sharing Injil bersama OMK, seminar kesehatan untuk OMK, Kursus Animasi Misioner (KAMIS) untuk pelajar-pelajar STIKPAR (Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao).

Tim KBKK tiba di bandara Bua, Palopo. Dijemput oleh RD.Hendrik Palimbo

Logistik tim KBKK berupa barang-barang donasi dari donatur untuk dibagikan kepada masyarakat

KBKK Misi Makassar dengan 23 personil
Tanggal 16 Oktober 2018, dini hari tim KBKK yang berjumlah 23 orang berangkat dari Jakarta ke Makassar menuju Bandar Udara Bua, Palopo. Sampai di Palopo, tim dijemput oleh RD.Hendrik Palimbo, Pastor Paroki Renya Rosari Deri, Keuskupan Agung Makassar dan panitia lokal. Telah disiapkan delapan buah mobil untuk mengantar tim ke lokasi tempat tim akan menginap di Tana Toraja. Setelah makan siang, tim KBKK berpisah menjadi dua. Tim B yang berjumlah 11 orang meluncur ke Paroki Rembon, sementara tim A yang terdiri dari 12 orang menuju Paroki Deri. Tim ditambah dengan satu relawan, dr.Samuel Rimporok dari Palopo.

Makan malam bersama panlok di gedung Pastoral Deri

Sampai di pastoran Deri, tim kemudian diberi kesempatan untuk beristirahat dan membersihkan diri sebelum bergabung makan malam bersama panitia lokal. Ikut hadir RD.Stefanus Oslan Lewi yang kebetulan tengah berulang tahun, RD.Klemens Palindangan yang adalah pastor rekan di Paroki Renya Rosari Deri dan RD.Petrus Ralf Palimbu, Pastor Paroki Soppeng yang sedang berkunjung. Serta tidak ketinggalan Frater Dedymus Dala yang sedang menjalani TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di paroki Deri.

RD.Oslan diberi kejutan kue ulang tahun

Setelah selesai makan malam, RD.Hendrik mengajak tim untuk briefing. Baksih besok akan diadakan selama kurang lebih tujuh jam, dimulai dari pukul 09.00 hingga 15.00. Tim sudah harus siap pada pukul 06.00 untuk mengikuti misa pagi bersama lalu dilanjutkan dengan sarapan dan berangkat pada pukul 07.00 WITA. Perjalanan kurang lebih 2,5 jam, karena itu diharapkan pada pukul 09.30 kegiatan baksih sudah dapat dimulai. Baksih akan diadakan di Gereja Katolik St.Busso, gereja kecil di lokasi yang juga kecil. Pengobatan gratis diadakan di dalam gereja, sementara tenda di depan gereja diperuntukkan untuk pasien menunggu panggilan. Kegiatan anak akan meminjam rumah umat di samping gereja.

Briefing bersama RD.Hendrik

Akan Melayani 6 Stasi
Tiga minggu sebelumnya RD.Hendrik telah mengumpulkan semua pengurus stasi. Ada 6 gereja yang akan dilayani tim esok hari, yaitu dari: Stasi Santo Yosep Busso, Stasi Santo Matius Awan, Stasi Santo Matius Sangpiak, Stasi Santo Matius Patondokan, Stasi Santo Paulus Londong Biang, Stasi Santa Maria To’Tallang. Jumlah umat seluruhnya kurang lebih 196 KK. Paroki akan menanggung transportasi umat untuk pengobatan gratis. Di setiap gereja akan disiapkan satu truk yang bisa membawa kurang lebih 50 orang ke lokasi baksih. RD.Hendrik mengatakan banyak umat yang tinggal di daerah yang sangat jauh, sehingga untuk bisa sampai ke tempat pengobatan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Hal ini hanya akan menyebabkan umat kesulitan dan terbeban sehingga kemungkinan besar mereka dapat batal hadir. Karena itu penting untuk mengantisipasi persoalan transportasi ini. Kegiatan baksih ini diprioritaskan untuk umat Katolik, namun juga tetap terbuka untuk umum.

Hari Pertama – Perjalanan Menantang
17 Oktober 2018, kegiatan tim dimulai dengan misa pagi di gereja Renya Rosari Deri. Misa konselebrasi dibawakan oleh RD.Stefanus Oslan Lewi, RD.Hendrik Palimbo dan RD.Klemens Palindangan. Hari ini tim berangkat dengan menggunakan 4 buah mobil dan 3 sepeda motor. Perjalanan cukup berliku-liku dengan medan yang cukup berat. Beberapa lokasi jalan rusak parah dan hanya bisa dilalui oleh satu buah kendaraan. Namun pemandangan di kiri kanan jalan sangat indah. Jalan naik dan turun dengan sudut yang cukup curam, membuat perjalanan memakan waktu yang cukup lama. Akhirnya pada pukul sebelas tim berhasil sampai di Stasi St.Busso. Ratusan warga telah menanti dengan antusias.

Medan perjalanan menuju Stasi St.Busso

Melewati pemandangan menarik sepanjang jalan

Jalan yang belum beraspal dan rusak berat

Para Imam dan Religius Ikut Melayani
Tim bekerjasama dengan panlok berkoordinasi menyiapkan pengobatan gratis dan kegiatan anak. Jumlah umat yang hadir cukup banyak, bahkan hingga pukul 16.00 WITA, umat masih terus berdatangan. RD.Oslan ikut membantu mengatur alur pendataan dan pemanggilan pasien di pos pertama. Sementara RD.Hendrik juga berada di lokasi dengan seragam kuning KBKK (warna misioner) menyapa umat dan membantu membagikan bingkisan kasih. RD.Klemens dan Frater Dedymus membantu mengatur para pasien dari meja pendaftaran menuju ke meja pengukuran tekanan darah lalu kemudian diarahkan untuk menemui dokter. Hingga mendekati pukul 16.30, jumlah pasien sudah hampir mencapai 400 orang.

Gereja Stasi St.Busso

Banyak pasien lanjut usia ikut berobat

Suasana gereja yang dijadikan tempat pengobatan gratis

Berbagi Sukacita Bersama Anak-anak
Suasana cukup meriah di kegiatan bina iman anak, dibantu oleh Guru Sekami dan diwarnai dengan pembagian boneka, balon dan alat tulis untuk anak-anak. Jumlah anak yang hadir kurang lebih 120-an orang. Anak-anak juga sempat diajak mewarnai bersama. Siang harinya anak-anak SD dan SMP berdatangan setelah pulang dari sekolah, kegiatan dilanjutkan di bawah rumah. Tidak lupa dilakukan pembagian barang-barang titipan donatur, yaitu: crayon, ransel dan kaos OMK.

Suasana kegiatan anak di rumah umat

Donasi boneka diterima anak-anak dengan penuh sukacita

Dena, memimpin kegiatan untuk anak remaja di bawah rumah umat

Yang Paling Berhak Yang Paling Membutuhkan
Di penghujung kegiatan, RD.Hendrik mengumpulkan ketua-ketua stasi dan mengadakan pembagian barang-barang donasi antara lain: sandal, pakaian wanita, rosario. Menyikapi jumlah barang yang tidak semuanya mencukupi jumlah KK di masing-masing stasi maka RD.Hendrik menitipkan pesan kepada mereka untuk membaginya secara bijak. “Yang paling berhak adalah yang paling membutuhkan, yaitu yang paling miskin.”

RD.Hendrik sedang membagikan donasi yang dibawa KBKK kepada ketua-ketua Stasi untuk disalurkan kepada umat

Foto bersama umat sebelum meninggalkan lokasi baksih

Sharing Injil Bersama OMK

Setelah makan malam bersama, tim KBKK berkumpul untuk mengadakan sharing Injil. Kesempatan kali ini ada sebagian OMK dari paroki Deri dan paroki tetangga ikut serta. Kepada setiap OMK diberikan masing-masing Alkitab Deuterokanonika dan kaos OMK dengan pesan: Mens Sana In Core Pore Sano. Tak lupa tim menitipkan pesan kepada para OMK untuk rajin membaca Alkitab dan menghidupi sabda Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Perayaan sederhana ulang tahun RD.Hendrik Palimbo

Foto bersama OMK setelah sharing Injil

Sekian pelaporan kegiatan misi Makassar hari pertama dan kedua. Semoga api misi terus menyala dan menyebar ke seluruh pelosok negeri pada umat Gereja Katolik.

Salam misioner,
Angel

330 Total Views 1 Views Today
Share.

About Author

Angel Li

Anggota Komisi Dokominfo KBKK Periode 2018-2023

Leave A Reply